Tren

Taman Nasional Virunga Geger, Gorila Gunung Mafuko Lahirkan Bayi Kembar Jantan yang Langka

Kabar menggembirakan datang dari Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah. Para pelacak komunitas di Taman Nasional Virunga menemukan seekor gorila gunung liar bernama Mafuko telah melahirkan bayi kembar jantan pada 3 Januari 2026. Kedua bayi gorila tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat, menambah harapan baru bagi populasi satwa terancam punah ini.

Staf Taman Nasional Virunga mengonfirmasi bahwa kedua bayi gorila berjenis kelamin jantan dan tampak sehat. Menurut laporan ABC News, penemuan kelahiran “langka dan luar biasa” ini dilakukan oleh para pelacak komunitas yang bertugas memantau kesehatan populasi gorila gunung di taman tersebut.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kelahiran ini secara signifikan meningkatkan jumlah anggota keluarga gorila Bageni menjadi 59 individu, menjadikannya keluarga gorila terbesar di Taman Nasional Virunga. Mureks mencatat bahwa fenomena kelahiran kembar di antara gorila gunung sangat jarang terjadi dan seringkali menghadirkan tantangan ekstra, terutama pada bulan-bulan awal ketika bayi sepenuhnya bergantung pada induknya untuk perawatan dan transportasi.

Taman Nasional Virunga menyatakan akan meningkatkan pemantauan dan mengambil langkah-langkah perlindungan tambahan. Hal ini dilakukan untuk mengamati kedua bayi gorila kembar tersebut secara cermat, demi mendukung kesehatan dan kelangsungan hidup mereka selama periode kritis ini.

Mafuko, yang kini berusia 22 tahun, tercatat telah melahirkan total tujuh bayi. Sebelumnya, ia pernah melahirkan sepasang kembar pada tahun 2016, namun sayangnya kedua bayi tersebut meninggal seminggu setelah lahir.

Seluruh populasi gorila gunung di dunia, yang diperkirakan berjumlah lebih dari 1.000 ekor, tersebar di antara Pegunungan Virunga—rangkaian gunung berapi tidak aktif yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo, Rwanda, dan Uganda—serta Hutan Bwindi. Taman Nasional Virunga sendiri menjadi rumah bagi lebih dari sepertiga populasi global ini.

Kelahiran bayi kembar ini merupakan peristiwa penting bagi keluarga Bageni dan bagi upaya konservasi yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan populasi gorila gunung yang terancam punah di taman tersebut.

Sejak penemuan gorila gunung, subspesies gorila timur, pada tahun 1902, populasinya sempat mengalami penurunan drastis. Perang, perburuan, perusakan habitat, dan penyakit menjadi ancaman serius yang bahkan pernah diperkirakan akan menyebabkan kepunahan spesies ini pada akhir abad ke-20.

Namun, berkat upaya konservasi yang intensif dan patroli penjaga hutan yang gigih untuk mengurangi perburuan liar, spesies ini berhasil pulih secara bertahap, memberikan harapan baru bagi keberlangsungan hidup mereka.

Mureks