MOSKOW – Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, pada Rabu (7/1) secara tegas menyatakan bahwa Denmark tidak memiliki hak untuk mengklaim kendali atas Greenland, wilayah otonom dari kerajaan tersebut. Miller bahkan menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki Greenland demi mengamankan kawasan Arktik serta “melindungi dan membela NATO dan kepentingan NATO.”
Dalam wawancara dengan CNN, yang dikutip Sputnik, Miller mempertanyakan dasar klaim Denmark. “Pertanyaan sebenarnya adalah dengan hak apa Denmark menguasai Greenland? Apa dasar klaim teritorial mereka? Apa dasar mereka menjadikan Greenland sebagai koloni Denmark?” ujarnya. Ia menambahkan, “Sudah jelas, Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat.”
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Miller juga tidak menutup kemungkinan adanya operasi militer di Greenland, beralasan bahwa “tidak ada pihak yang akan melawan Amerika Serikat secara militer terkait masa depan Greenland.” Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah intervensi militer AS di Venezuela.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, istri Miller, Katie Miller, mengunggah gambar di platform X yang menampilkan peta Greenland dengan warna bendera AS disertai keterangan “SOON.”
Menanggapi klaim tersebut, Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, menegaskan bahwa Denmark mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial kerajaannya.
Tim redaksi Mureks mencatat bahwa pernyataan Miller ini memicu reaksi dari Rusia. Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev, yang juga utusan khusus presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing, pada Selasa (6/1) mengatakan bahwa Amerika Serikat tampaknya telah dengan tegas mengincar Greenland. Dmitriev bahkan menyebut Kanada mungkin menjadi target berikutnya. “Greenland tampaknya sudah diputuskan — Uni Eropa akan terus melakukan apa yang paling baik dilakukan para vasal: ‘memantau situasi’ dan menunjukkan standar ganda. Kanada berikutnya?” tulis Dmitriev di X.






