Tren

Bos BGN Targetkan Nihil Kasus Keracunan MBG Tahun Ini

Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan tidak ada lagi kasus keracunan pangan atau zero accident pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang tahun 2026. Target ambisius ini disampaikan setelah BGN menghadapi sekitar 250 insiden keracunan pangan yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengakui adanya serangkaian kasus keracunan pangan dalam program MBG pada tahun sebelumnya. Menurut catatan Mureks, puncak insiden terjadi pada September 2025 dengan 67 kejadian, yang kemudian melonjak menjadi 85 kejadian pada Oktober 2025. Namun, Dadan menyebut tren penurunan yang signifikan menjelang akhir tahun.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

“Dan itu tren yang cukup bagus [penurunan kasus keracunan pangan], karena kita memang memiliki target untuk zero accident atau zero defect, dan kita usahakan di tahun 2026 seminimal mungkin,” ujar Dadan dalam konferensi pers Capaian 1 Tahun MBG dan Operasional Perdana MBG di Tahun 2026, yang dikutip pada Jumat (9/1/2026).

Dadan menegaskan bahwa target nihil insiden ini sejalan dengan misi BGN untuk menyediakan makanan bergizi dan berkualitas tinggi. Tujuannya adalah untuk mendukung pertumbuhan anak-anak Indonesia dengan produk yang aman dan layak konsumsi.

Perbaikan dan Akreditasi untuk Kualitas Pangan

Evaluasi menyeluruh telah dilakukan terhadap pelaksanaan program MBG selama setahun terakhir. “Selama satu tahun ini kita melihat satu kegiatan yang positif, memang di sana-sini masih ada kekurangan dan kami terus perbaiki di tahun 2026 ini, kita akan terus kejar target 82,9 juta [penerima manfaat] sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi akreditasi,” jelas Dadan.

Untuk mencapai standar keamanan konsumsi yang lebih tinggi, BGN akan mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjadi unit pelayanan unggulan. Langkah ini krusial mengingat program MBG bukan hanya intervensi gizi, tetapi juga pondasi penting dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di masa depan.

“Karena gizi adalah kebutuhan dasar dari setiap manusia yang hidup dan berkembang,” sambungnya, menekankan pentingnya asupan gizi yang memadai bagi setiap individu.

Hingga 31 Desember 2025, program MBG telah berhasil menjangkau 55,1 juta penerima manfaat. Operasional program ini didukung oleh 19.188 dapur SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia, di mana seluruh pembangunannya dibiayai 100% oleh masyarakat.

Mureks