Simon Collins-Laflamme, salah satu pendiri asli dan pemilik baru game Hytale, mengungkapkan kemarahannya atas waktu yang terbuang sia-sia selama pengembangan game di bawah naungan Riot Games. Ia menyebut penyelamatan Hytale sebagai “keajaiban” mengingat kondisi game yang “hampir tidak bisa dimainkan” saat ia mengambil alih kembali pada November 2025.
Kekecewaan atas Pengembangan di Riot
Melalui unggahan di platform X awal pekan ini, Collins-Laflamme tidak menutupi kekecewaannya. Menurutnya, potensi Hytale sangat besar, namun empat tahun pengembangan di Riot justru fokus pada pembangunan ulang mesin game alih-alih fitur gameplay.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
“The game has insane potential, but four years of engineering went into rebuilding the engine rather than gameplay features,” tulis Collins-Laflamme. “That leaves us with a four-year gap and a lot of catching up to do, and that rebuilt engine is never gonna be used. When you don’t invest in gameplay, you don’t just lose time. You lose momentum, iteration, and player feedback. Now the focus has to be on gameplay first and rebuilding trust by actually shipping things at a rapid pace.”
Collins-Laflamme menjelaskan bahwa ketika ia mengambil alih kendali, Hytale berada dalam kondisi yang “barely playable” atau hampir tidak bisa dimainkan. Semua sistem dasar game, mulai dari kamera, pergerakan, pertarungan, crafting, pembangunan, gameloop, suara, hingga rendering, semuanya bermasalah. “Camera, movement, combat, crafting, building, gameloop, sounds, rendering. Everything, everything was wrong,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seharusnya butuh bertahun-tahun untuk memperbaiki kondisi tersebut. Namun, timnya berhasil membuat game menjadi “playable, fun state” dalam hitungan minggu. “It should have taken years to fix, but within weeks, we got the game into a playable, fun state. And now, instead of slowing down or celebrating a release, we have to keep pushing for years to make up for the time that was lost,” ujarnya.
Strategi Pengembangan Cepat dan Transparansi
Dari rasa marah tersebut, Collins-Laflamme mengaku muncul “focus and execution.” Ia berkomitmen untuk menginvestasikan lebih banyak uang, waktu, dan pengorbanan pribadi demi mewujudkan visi game yang layak. “I’m committing more money, more time, and personal sacrifice to deliver the game this vision deserves,” katanya.
Collins-Laflamme secara konsisten merendah terkait kondisi Hytale pasca-Riot, mengingatkan para penggemar untuk tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada perilisan awal. Pada November 2025, ia bahkan merilis 16 menit cuplikan gameplay yang “raw and broken” atau mentah dan rusak. Menurut Mureks, langkah ini menunjukkan transparansi yang tinggi kepada komunitas.
Tak lama setelah itu, Collins-Laflamme mengonfirmasi bahwa Hytale akan diluncurkan dalam akses awal dengan harga agresif $20. Harga ini dianggap pantas karena, menurut perkiraannya, game tersebut belum terlalu bagus dalam kondisi saat ini. “My team and I will push hard to make it good, then great,” janjinya saat itu. “The vision is clear and progress is fast.”
Pendekatan ini tampaknya berhasil. Ketika ditanya bagaimana pengembang berhasil membalikkan keadaan Hytale begitu cepat, Collins-Laflamme menjawab: “No meetings, trust the team, push to main and pray. Solid vision, no prototypes. Cutting some corners, will pay some tech debt later. Lower expectations means we don’t need to make 5 prototypes for a single feature to try to reach perfection. We make all features V1 and then make it good later.”
Hingga saat ini, tanggal rilis Hytale belum ditetapkan. Hypixel baru-baru ini mengumumkan bahwa game tersebut tidak akan dirilis di Steam saat peluncuran akses awal.






