Hari pertama gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas menyuguhkan berbagai inovasi teknologi yang tak terduga. Jurnalis Lance Ulanoff, dalam pengalamannya di acara CES Unveiled pada 5 Januari 2026, mengaku terkejut sekaligus terhibur dengan sejumlah perangkat yang dipamerkan.
Acara CES Unveiled, yang menjadi pembuka resmi bagi media dua hari sebelum lantai pameran utama dibuka, selalu menjadi barometer awal tren teknologi global. Seperti yang sudah diprediksi, banyak perusahaan memamerkan produk dengan embel-embel “AI ini” dan “AI itu”. Namun, di antara dominasi kecerdasan buatan tersebut, terselip beberapa perangkat dan ide yang benar-benar unik dan menghibur.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Minuman Dingin Berkarbonasi dan Ski di Atas Aspal
Salah satu pengalaman pertama Ulanoff adalah mencicipi es serut biru berkarbonasi dari Iceplosion. Perusahaan ini memperkenalkan mesin pembuat es serut ala ‘Slurpee’ berkarbonasi pertama di dunia untuk penggunaan rumahan. Perangkat ini dibanderol seharga 700 dolar AS, dengan setiap paket sirup seharga 1 dolar AS.
Setelah menyegarkan diri, Ulanoff kemudian menjajal pengalaman ‘berski’ di lantai semen. Skwheel Peak dan Peak S adalah sepatu roda bertenaga raksasa yang dirancang untuk menciptakan kembali sensasi bermain ski di hampir semua permukaan, kecuali salju. Perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa sepatu bot Peak awalnya dibuat untuk memungkinkan orang tetap ‘berski’ di luar musim, namun dengan cepat menemukan bahwa banyak orang menikmati sensasi berski di jalanan, bukit, dan taman.
Ulanoff mencoba Peak S dengan kecepatan sekitar tiga mil per jam, berhati-hati agar tidak terjatuh. Skwheel Peak S sendiri mampu melaju hingga 20 mil per jam dan menempuh jarak hingga 37 mil. Untuk memiliki perangkat mobilitas unik ini, konsumen perlu merogoh kocek antara 990 hingga 1.490 dolar AS.
Pisau Ultrasonik dan Laboratorium Alergi Rumahan
Inovasi lain yang menarik perhatian adalah C-200 Ultrasonic Chef’s Knife. Pisau seharga 300 dolar AS ini diklaim mampu memotong dengan getaran senyap. Meskipun terlihat canggih dengan bilah yang dapat diisi ulang dan bergetar 30.000 kali per detik berkat kristal piezo, Ulanoff merasa perlu keahlian khusus untuk menggunakannya secara optimal saat mencoba memotong tomat.
Di area pameran yang berbeda, tim dari Prancis memperkenalkan Allergen Alert, sebuah perangkat seukuran tangan yang dapat menghancurkan makanan, memerasnya, dan mengujinya untuk alergen seperti susu dan gluten. Hasilnya akan ditampilkan pada aplikasi iPhone yang terhubung. Perangkat ini menjadi yang pertama membawa pengujian alergi ke rumah, meskipun harganya tidak murah: 200 dolar AS untuk perangkat awal dan 25 dolar AS untuk enam kantong pengujian.
Robot Koki dan Turbin Angin Inovatif
Kecerdasan buatan juga hadir dalam bentuk Nosh, perangkat memasak robotik seharga 2.000 dolar AS. Nosh dilengkapi dengan 500 resep, mampu mencampur bahan, dan menggunakan AI serta kamera untuk memantau proses memasak secara real-time. Sayangnya, tim redaksi Mureks mencatat bahwa perangkat ini tidak diizinkan untuk memasak sungguhan di dalam ballroom, sehingga pengunjung tidak dapat mencicipi hidangan Asia yang dijanjikan.
Penemuan menarik lainnya termasuk GeoWind, turbin angin berbentuk geodesik yang diklaim lebih efisien dan kokoh daripada turbin standar. Ada pula tim Ascentiz yang memamerkan perangkat bantu jalan robotik seharga 1.500 dolar AS. Ulanoff mencoba perangkat ini, namun merasa bahwa ini lebih sebagai alat bantu daripada pengganti fungsi kaki.
Relaksasi di Akhir Hari
Sebagai penutup hari yang panjang, Ulanoff mencoba kursi pijat robotik Bodyfriend seharga 20.000 dolar AS. Kursi ini menarik lengan dan kaki sambil memijat punggung dan bokong secara agresif. Pengalaman ini setidaknya membuat Ulanoff merasa rileks dan siap menghadapi sisa hari-hari di CES 2026.
Mureks akan terus menghadirkan liputan mendalam mengenai CES 2026, termasuk pengumuman-pengumuman besar dan ulasan langsung dari berbagai perangkat inovatif yang dipamerkan.






