Teknologi

Lanskap Media Sosial 2026: Konten AI Diprediksi Mendominasi, Tantangan Etika Menghadang

Konten berbasis Artificial Intelligence (AI) diproyeksikan akan mendominasi platform media sosial secara masif mulai tahun 2026. Pemanfaatan AI kini mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari ideasi, visual, hingga distribusi. Namun, risiko terbesar muncul dari rendahnya literasi digital yang berpotensi memicu penyalahgunaan teknologi dan isu etika.

Para ahli memprediksi lanskap media sosial akan berubah total, dengan dominasi konten AI mencapai puncaknya pada tahun 2026. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan pergeseran struktural dalam ekosistem digital global, termasuk di Indonesia. Teknologi AI telah merasuk ke hampir semua proses produksi konten digital, membantu kreator menemukan ide, menulis naskah, membuat visual, hingga mendistribusikan materi dalam volume besar secara instan.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Revolusi Produksi Konten: Efisiensi Tak Terbendung

Pemanfaatan AI secara fundamental mengubah cara kreator konten, pelaku usaha, dan media bekerja. Teknologi canggih ini memungkinkan proses kerja jauh lebih efisien dan cepat, sekaligus menawarkan fleksibilitas tinggi. AI membuka ruang kreativitas yang sebelumnya sangat sulit dijangkau melalui metode manual. Konten yang dihasilkan oleh AI juga semakin beragam, realistis, dan mampu beradaptasi cepat dengan kebutuhan spesifik audiens di berbagai platform digital.

Mureks mencatat bahwa kreator yang beradaptasi dapat menekan biaya produksi secara signifikan. AI mempercepat proses kerja tanpa mengorbankan kualitas konten. Tommy Teja, Co-Founder Aico, menegaskan bahwa “kreator yang menolak beradaptasi berisiko besar tertinggal. AI justru membuka peluang besar untuk integrasi merek yang lebih kreatif dan relevan.”

Ancaman Etika dan Krisis Literasi Digital

Meskipun demikian, pesatnya adopsi konten AI membawa tantangan serius. Masalah utama muncul karena rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat. Banyak pengguna belum memahami batasan dan cara kerja AI yang sebenarnya, sehingga minimnya pemahaman ini berpotensi memicu persoalan etika baru.

Penyalahgunaan teknologi, penyebaran informasi menyesatkan, hingga dilema etika dalam produksi dan distribusi konten digital menjadi ancaman nyata. Masyarakat kerap menganggap AI sebagai solusi instan, padahal AI harus digunakan sebagai alat strategis yang menuntut tanggung jawab penuh dari penggunanya.

Referensi penulisan: gadget.viva.co.id

Mureks