Hiburan

Semangat Tak Padam: Kisah Tiga Pelatih Veteran MLBB Bawa Harapan Baru di M7 Wild Card

Babak Wild Card M7 World Championship kali ini menyajikan narasi menarik: kembalinya tiga pelatih veteran Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang namanya sudah tak asing lagi di kancah esports. Flysolo, Vren, dan Tezet, yang sebelumnya sempat melatih tim-tim besar, kini turun gunung untuk membimbing tim dari regional emerging yang mulai menunjukkan taringnya.

Ketiga pelatih ini, yang juga pernah menukangi tim Indonesia, membawa segudang pengalaman dan pengetahuan yang terbukti mampu memberikan dampak positif di region tempat mereka bernaung. Kehadiran mereka seolah menjadi harapan baru bagi perkembangan ekosistem esports MLBB di wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya matang secara kompetitif.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Tezet: Mengendalikan Emosi, Membangun Profesionalisme di Boostgate Esports

Tezet dikenal di Indonesia sebagai bagian dari staf pelatih AURA Fire yang sukses meraih juara ketiga di MPL ID S9 dan S10. Setelah mundur pada tahun 2023 dan sempat fokus pada pengembangan komunitas melalui Samsung Galaxy Gaming Academy, Tezet kembali ke dunia MLBB profesional pada tahun 2025.

Ia kini melatih Boostgate Esports di Turki. Di bawah arahannya, Boostgate berhasil menempati posisi keempat di MTC Turkiye S5 dan menjadi runner-up di MTC Turkiye S6. Hanya dalam dua musim, Tezet sukses mengubah Boostgate menjadi tim yang kompetitif, bahkan mampu bersaing ketat dengan Aurora Turkiye, salah satu tim terkuat di Turki.

Saat ditanya mengenai perubahan yang ia bawa, Tezet mengungkapkan tantangan utama yang dihadapinya. "Mereka (pemain Boostgate) udah hebat-hebat. Mereka punya potensi besar, tapi masalah utamanya itu, emosinya nggak bisa dikontrol. Mereka nggak tahu gimana caranya jadi profesional," ujar Tezet.

Ia membandingkan mentalitas pemain Turki dengan pemain Indonesia yang sejak awal sudah digembleng untuk bermain secara profesional, baik dari sisi mekanik maupun mental. "Mereka gampang marah, nyalahin teman. Tapi setelah kita bareng beberapa bulan, gua ajarin pelan-pelan. ‘Tim itu gini, mainnya santai aja. Menang kalah di scrim santai aja,’" paparnya. Peran Tezet tak hanya sebatas taktik, melainkan juga mengarahkan emosi dan mental pemain. "Semua tim, semua region pasti nggak mau kalah. Tapi karena pada basic-nya mereka emosional banget, sangat menggebu-gebu. Kalau kalah mereka emosian banget, sedih banget, itu tugas gua buat ngontrol (mereka)," tegasnya.

Vren: Mendorong Perkembangan MLBB Tiongkok Bersama Guangzhou Gaming

Vren adalah pelatih yang telah melanglang buana, merasakan suka-duka melatih tim MLBB di berbagai negara seperti Filipina, Indonesia (Bigetron, RRQ), Rusia, hingga Vietnam (AP.Bren, Team Spirit). Kini, kiprahnya membawa Vren ke Tiongkok bersama Guangzhou Gaming (GZG), tim muda dari region yang juga masih sangat baru.

Awal musim Vren bersama GZG tidaklah mudah. Mereka gagal lolos ke playoff MLBB Super Cup Invitational 2025 dan kalah di lower bracket kualifikasi Tiongkok untuk MSC 2025. Namun, peruntungan berubah setelah mereka berhasil meraih gelar runner-up di MLBB China Master 2025.

"Aku melakukan ini untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman. Memulai dari awal selalu sulit, memulai dari nol. Termasuk salah satunya tim ini, perjalanannya sulit tapi hasilnya memuaskan," kata Vren. Menurut Vren, tugas sebagai pelatih GZG membutuhkan dedikasi tinggi, namun pengembangan tim tidak hanya bergantung pada dirinya sendiri. "Tugas ini tak hanya ada pada diriku sendiri, tapi seluruh manajemen tim. Kami harus mencari pemain-pemain bagus di Tiongkok, untuk menjalankan rencana kami: menaruh Tiongkok dalam peta persaingan MLBB," jelasnya.

Ia optimistis dengan potensi timnya. "Aku hanya membagikan pengalamanku kepada tim. Tentu mereka punya skill, dan mereka pasti akan menang," tegas Vren.

Flysolo: Membangun Kekuatan EECA dengan Virtus Pro

Flysolo, pelatih asal Filipina yang sempat hadir di Indonesia bersama Pendekar Esports, menghabiskan tahun 2025 bersama tim Virtus Pro dari regional EECA (Eropa Timur dan Asia Tengah). Pengalamannya bersama Deus Vult, tim cikal bakal Team Spirit yang menjuarai MCC Season 2 dan meraih posisi keempat di M5 World Championship, menjadi modal berharga.

Bersama Virtus Pro, Flysolo sukses meraih runner-up berturut-turut di MCC S5 dan S6, serta berhasil lolos ke group stage MSC 2025 dari fase wild card. Pada MSC 2025, Virtus Pro tampil memukau dengan bantuan pemain pengganti Andoryuuu dari Omega Esports, yang menggantikan Zaur Egoist karena masih di bawah umur.

Kini, setelah Zaur cukup umur, performa tim tetap solid. Virtus Pro menjadi poros kekuatan kedua EECA yang siap bersaing di level internasional. Flysolo yakin dengan kemampuan pemainnya, meskipun potensi mereka masih perlu didukung oleh pengalaman. "Kita tahu Filipina adalah regional yang kompetitif, sementara EECA baru saja memulai. Mereka membutuhkan coach dan pemain (berpengalaman)," kata Flysolo. Ia menambahkan, "Aku yakin jika mereka tampil baik, kami bisa mendapatkan gelar juaranya."

Adu Taktik di M7 Wild Card: Pembuktian Region Emerging

Kehadiran Vren, Tezet, dan Flysolo di M7 World Championship Wild Card bukan hanya sekadar ajang pembuktian bagi tim-tim emerging, tetapi juga panggung adu taktik bagi ketiga pelatih veteran ini. Menurut Mureks, pengalaman bertahun-tahun dan wawasan mendalam yang mereka miliki telah berhasil mengangkat level kompetitif tim-tim dari regional yang sedang berkembang.

Hingga pantauan terakhir, Guangzhou Gaming dan Virtus Pro telah memastikan diri lolos ke crossover match. Sementara itu, Boostgate Esports masih membutuhkan setidaknya satu kemenangan lagi atau keajaiban statistik untuk melaju. Meskipun demikian, hanya akan ada dua slot tim yang tersedia untuk maju ke Swiss Stage.

Saat regional besar mungkin sudah tidak lagi membutuhkan bantuan mereka, Vren, Tezet, dan Flysolo justru memilih untuk hadir di region berkembang. Mereka menolak menyerah, berjuang untuk menciptakan ekosistem esports MLBB yang lebih kompetitif dan merata di seluruh dunia.

Mureks