Teknologi

SanDisk Hentikan Produksi SSD WD Blue dan Black, Ganti Merek Optimus di Tengah Kelangkaan Bahan Baku

SanDisk, produsen terkemuka alat penyimpanan data digital berbasis memori flash, secara resmi menghentikan produksi Solid State Drive (SSD) seri WD Blue dan WD Black. Keputusan ini diambil di tengah tantangan kelangkaan bahan baku global dan lonjakan permintaan pasar.

Sebagai gantinya, perusahaan memperkenalkan lini SSD baru dengan nama SanDisk Optimus. Dilansir dari Ars Technica pada Selasa (6/1/2026), perubahan merek ini menandai strategi baru SanDisk dalam menghadapi dinamika pasar penyimpanan data.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Rebranding dan Lini Produk Baru

Lini produk SSD yang sebelumnya dikenal sebagai WD Blue kini akan digantikan oleh SanDisk Optimus. Model pertama yang diperkenalkan adalah Optimus 5100, yang merupakan versi rebranding dari WD Blue SN5100.

Untuk segmen kelas menengah, SSD WD Black akan bertransformasi menjadi SanDisk Optimus GX. Model Optimus GX 7100 akan menggantikan posisi WD Black SN7100. Sementara itu, untuk segmen kelas atas, SanDisk menghadirkan SSD SanDisk Optimus GX Pro, dengan model Optimus GX Pro 850X dan 8100 yang menggantikan WD Black SN850X dan 8100.

Perbedaan Performa dan Teknologi

Perbedaan utama antara SSD baru ini terletak pada kualitas dan performanya. SanDisk Optimus 5100, yang ditujukan untuk segmen lebih terjangkau, menggunakan memori yang memiliki kecepatan lebih rendah dan daya tahan yang sedikit kurang. Sebaliknya, model premium seperti Optimus GX Pro menawarkan kinerja yang jauh lebih cepat dan durabilitas yang lebih tinggi.

Mureks mencatat bahwa Optimus GX Pro juga mengadopsi teknologi canggih seperti antarmuka PCIe 5.0 dan cache DRAM khusus, yang berkontribusi pada peningkatan performa signifikan.

Perubahan Perangkat Lunak Pendukung

Meskipun terjadi perubahan merek dan model produk, fungsi dasar SSD tetap sama. Namun, pengguna SSD WD dan SanDisk kini diwajibkan menggunakan perangkat lunak SanDisk Dashboard untuk memeriksa pembaruan dan melakukan perawatan SSD mereka. Perangkat lunak WD Dashboard secara resmi telah dihentikan operasionalnya.

Dampak Kelangkaan Bahan Baku dan Permintaan AI

Perubahan strategis ini terjadi di tengah lonjakan harga SSD yang signifikan. Kenaikan harga ini dipicu oleh permintaan tinggi dari pusat data kecerdasan buatan (AI) serta kelangkaan bahan-bahan tertentu yang esensial dalam produksi memori flash. Kondisi ini diperkirakan akan menjaga harga SSD tetap tinggi untuk beberapa waktu ke depan.

Perbedaan performa dan kualitas memori yang digunakan pada lini produk baru ini memungkinkan pengguna untuk memilih SSD yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka, meskipun dengan merek dan model yang berbeda dari sebelumnya.

Implikasi Pemisahan Western Digital

Sebagai informasi tambahan, pada akhir tahun 2023, Western Digital telah mengumumkan rencana pemisahan perusahaan menjadi dua entitas terpisah. Satu perusahaan akan tetap bernama Western Digital dan berfokus pada produksi hard drive tradisional. Sementara itu, entitas kedua, yang akan menggunakan nama SanDisk, akan mengelola bisnis penyimpanan solid-state (SSD), termasuk merek-merek populer seperti Blue, Black, Green, dan Red.

Pemisahan ini secara efektif membatalkan akuisisi SanDisk oleh Western Digital senilai US$19 miliar atau sekitar Rp285 triliun yang terjadi sepuluh tahun lalu, menandai babak baru dalam industri penyimpanan data.

Mureks