Casio kembali mengukuhkan posisinya di segmen jam tangan mewah dengan meluncurkan MRG-B2100D-2A, edisi terbaru dari lini MR-G yang legendaris. Jam tangan ini bukan sekadar penunjuk waktu, melainkan perpaduan harmonis antara filosofi estetika klasik Jepang dengan rekayasa presisi modern, dirancang khusus bagi para kolektor yang menghargai detail budaya sekaligus inovasi teknis.
Dirakit di pabrik induk Casio yang berlokasi dekat situs warisan nasional Jepang, MRG-B2100D-2A dibanderol dengan harga 572.000 yen atau sekitar Rp58 juta. Harga tersebut menempatkannya sebagai simbol status sekaligus narasi visual yang terinspirasi dari ketenangan pagi di kaki Gunung Haguro, di mana kabut menyelimuti Pagoda Lima Lantai yang telah berdiri selama lebih dari seribu tahun.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Inspirasi Budaya dari Pagoda Lima Lantai
Setiap elemen desain pada MRG-B2100D-2A memiliki akar budaya yang mendalam. Casio secara eksplisit mengambil inspirasi dari Pagoda Lima Lantai (Gojū-no-tō) di Kuil Dewa Sanzan, Gunung Haguro, Prefektur Yamagata. Situs suci Shugendō ini telah ada sejak abad ke-10 dan ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang pada tahun 1960-an.
Koneksi ini semakin istimewa mengingat pabrik “mother factory” Casio yang memproduksi seri MR-G berlokasi tidak jauh dari situs bersejarah tersebut. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap tanah kelahiran warisan budaya yang menjadi sumber inspirasi utama.
Warna dial jam tangan ini, hanada-iro, merupakan indigo tradisional Jepang yang menggambarkan pagoda diselimuti kabut pagi saat fajar. Nuansa biru tua ini tidak statis; ia berubah halus tergantung sudut pandang dan intensitas cahaya, menciptakan efek visual yang hidup dan dinamis.
Desain Arsitektur: Kigumi dan Bentuk Oktagon
Meskipun terinspirasi oleh struktur kayu kuno, Casio tidak meniru bentuk pagoda secara literal. Sebaliknya, mereka menerjemahkannya melalui prinsip desain tradisional Jepang, salah satunya adalah pola Kigumi pada dial.
- Pola Kigumi pada Dial: Kigumi adalah teknik pertukangan kayu Jepang kuno yang tidak menggunakan paku atau lem, melainkan sambungan presisi yang saling mengunci. Pola geometris dari teknik ini diadaptasi menjadi tekstur permukaan dial tiga dimensi. Ini bukan permukaan datar, melainkan lapisan mikro yang memantulkan cahaya secara kompleks, memberikan kedalaman visual yang memukau.
- Bentuk Oktagon Ikonik: Jam tangan ini juga mempertahankan bentuk oktagon ikonik yang menjadi ciri khas seri G-Shock, memadukan tradisi dengan identitas modern Casio.
Selain estetika, MRG-B2100D-2A juga dilengkapi dengan fitur konektivitas Bluetooth, memungkinkan sinkronisasi waktu dan pengaturan lainnya melalui aplikasi smartphone. Catatan Mureks menunjukkan, perpaduan antara warisan budaya yang kaya dan teknologi canggih ini menjadikan MRG-B2100D-2A sebagai pilihan menarik bagi para penggemar horologi.






