Hiburan

Sandfall Interactive Akui ‘Kekeliruan’ Desain Clair Obscur: Expedition 33, Bos Akhir Terlalu Mudah Ditaklukkan

JAKARTA, Mureks – Pengembang game role-playing game (RPG) yang sukses, Sandfall Interactive, mengakui adanya “kekeliruan” dalam desain game mereka, Clair Obscur: Expedition 33. Kekeliruan ini terkait dengan penempatan konten endgame yang melimpah di samping bos terakhir, yang justru membuat pemain terlalu mudah menaklukkannya.

Fenomena ini banyak dialami oleh pemain yang cenderung menyelesaikan semua misi sampingan dan eksplorasi sebelum menghadapi bos final. Akibatnya, karakter pemain menjadi terlalu kuat, menghilangkan tantangan yang seharusnya ada pada pertarungan puncak.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Pengakuan Desainer Utama

Michel Nohra, desainer game utama Clair Obscur: Expedition 33, secara terbuka mengakui kesalahan ini dalam sebuah wawancara dengan majalah Edge edisi 419, seperti yang dilansir Gamesradar. “The only thing I regret is not making it clearer that if you want the intended difficulty for the boss, you have to go beat it now,” ujar Nohra.

Nohra menjelaskan bahwa asumsi umum pemain adalah menyelesaikan semua eksplorasi terlebih dahulu sebelum menamatkan cerita utama. Motivasi ini seringkali didorong oleh kekhawatiran bahwa setelah cerita selesai, minat untuk menyelesaikan konten sampingan akan berkurang.

Often, people don’t want to finish the game, so they do all the side content before finishing it, because once the story is over, you’re usually less motivated to do the side content. And that’s something I underestimated, which made people that wanted a challenging end boss fight feel a bit disappointed,” tambahnya.

Meskipun demikian, Nohra menegaskan bahwa ia tidak menyesali cara mereka mendesain game secara keseluruhan. Ia hanya berharap ada penjelasan yang lebih baik kepada pemain untuk menyelesaikan cerita utama terlebih dahulu sebelum kembali menantang bos final, Simon.

Kerendahan Hati Pengembang

Tom Guillermin, programmer utama game tersebut, mengungkapkan bahwa “kekeliruan” ini justru berakar dari kerendahan hati tim pengembang. “We weren’t sure if our game was going to be that good. And if it’s not, people may just want to see the story, and go directly to the end of the story,” kata Guillermin.

Mureks mencatat bahwa pengembang tidak menyangka bahwa Clair Obscur: Expedition 33 akan mendapatkan sambutan yang begitu positif hingga banyak pemain yang ingin menyelesaikan setiap detail dalam game. “So it was a surprise for us [that] people were doing every single thing there is to do in the game before going to the final dungeon. We’re happy about that, but we didn’t see it coming,” lanjut Guillermin.

Kerendahan hati ini juga tercermin dalam wawancara lainnya, di mana Sandfall Interactive berusaha menjaga perspektif setelah game mereka menjadi salah satu kejutan peraih penghargaan tahun lalu. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk tetap berpegang pada insting kreatif meskipun ada ekspektasi tinggi dari publik.

Referensi penulisan: www.pcgamer.com

Mureks