Nintendo secara resmi mengumumkan desain Joy-Con 2 terbaru untuk konsol Nintendo Switch 2. Namun, pengumuman ini justru disambut dengan respons yang kurang antusias dari para penggemar, terutama karena perubahan desain yang dianggap minim dan harga yang relatif tinggi.
Pengontrol Joy-Con 2 terbaru ini hadir dalam varian warna ungu dan hijau. Berbeda dengan ekspektasi banyak pihak yang membayangkan pengontrol dengan warna penuh, desain yang dirilis Nintendo hanya menampilkan aksen warna di sekitar stik analog dan di bagian samping pengontrol. Secara keseluruhan, desainnya hampir identik dengan Joy-Con 2 standar.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan, mengingat sejarah Nintendo yang kerap menghadirkan varian desain konsol dan pengontrol yang unik. Pada era Nintendo 3DS, misalnya, perusahaan sering merilis desain yang beragam dan menarik. Sementara itu, untuk Switch generasi pertama, variasi umumnya terbatas pada warna Joy-Con bertema seperti Splatoon, Pokemon, atau Animal Crossing, meskipun ada beberapa desain khusus seperti Zelda Skyward Sword.
Harga yang dipatok untuk sepasang Joy-Con 2 baru ini mencapai 100 dolar AS. Dengan minimnya perubahan visual yang signifikan, terutama saat pengontrol terpasang pada konsol atau grip, banyak pengguna merasa bahwa nilai yang ditawarkan tidak sebanding dengan harganya.
Kritik pun bermunculan di media sosial. Pengguna Twitter dengan akun @NintenTalk mengungkapkan, “Cool that Nintendo is releasing new colors for Joycon but this is what most people will see… and they cost $100,” menyoroti fakta bahwa warna baru tersebut hampir tidak terlihat saat Switch 2 digunakan.
Senada, pengguna @LoganJPlant berkomentar, “A mediocre direction for alternate Joy-Con colors. You can only see the difference under the stick or if you’re playing split Joy-Con, and the inner lining no longer matches your console.” Mureks mencatat bahwa sentimen serupa banyak diungkapkan oleh komunitas gamer yang mengharapkan inovasi lebih dari Nintendo.
Meskipun Switch generasi pertama juga memiliki beberapa desain Joy-Con yang kurang populer, seperti edisi Super Smash Bros, penambahan varian baru ini terasa kurang esensial. Para penggemar berharap Nintendo dapat menangkap pesan dari respons ini dan menghadirkan gelombang pengontrol berikutnya dengan desain yang lebih mencolok dan inovatif.






