Lebih dari dua dekade setelah perilisan film keenam waralaba horor ikonik, A Nightmare on Elm Street, sutradara Rachel Talalay akhirnya membeberkan detail mengejutkan. Film Freddy’s Dead: The Final Nightmare, yang dirilis pada tahun 1991, ternyata memiliki akhir alternatif yang telah difilmkan namun kini tak diketahui keberadaannya.
Melalui saluran YouTube pribadinya, How I Filmed This, Talalay mengungkapkan misteri di balik adegan penutup yang hilang tersebut. “Saya tidak tahu seberapa dikenal bahwa ada akhir tambahan, sebuah koda, untuk Freddy’s Dead. Sesuatu yang kami rekam, dan sepertinya tidak ada yang memiliki rekamannya sama sekali. Saya tahu kami merekamnya, dan saya bahkan punya editan, tapi itu hilang,” ujar Talalay, menjelaskan hilangnya cuplikan penting itu.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Versi Freddy’s Dead yang tayang di layar bioskop berakhir dengan karakter utama Maggie melepaskan sarung tangan cakar Freddy dan menusuknya. Maggie kemudian melemparkan bom pipa ke dada Freddy, menyebabkan tiga iblis mimpi terbang keluar dari tubuhnya saat bom itu membunuhnya. Namun, akhir alternatif yang kini terungkap memiliki narasi yang sangat berbeda.
Dalam versi yang tidak pernah dilihat publik, iblis-iblis mimpi tersebut meninggalkan tubuh Freddy dan mencari inang baru untuk diubah menjadi pembunuh supernatural. Akhir ini, jika dipertahankan, akan mengubah total arah waralaba A Nightmare on Elm Street yang kita kenal.
Talalay tidak hanya berbicara tanpa bukti. Dia berhasil menemukan arsip yang berisi “bukti bahwa kami memang merekam akhir sesuai naskah,” katanya. Dalam foto-foto yang dibagikan, terlihat naskah yang menggambarkan iblis-iblis mendekati seorang anak laki-laki muda, yang jelas dimaksudkan untuk menjadi Freddy Krueger yang baru. “Koda ini pada dasarnya membuat iblis-iblis dari Freddy masuk ke tubuh anak laki-laki lain. Siklusnya terus berlanjut,” jelas Talalay.
Menurut catatan Mureks, adegan penutup tersebut dipotong “hampir segera” setelah difilmkan, bahkan sebelum melalui tahap uji coba penayangan (screen testing). Alasan di balik keputusan ini cukup lugas. “Hampir semua orang setuju bahwa Anda tidak bisa menamai filmnya Freddy’s Dead: The Final Nightmare dan memiliki koda seperti itu… Hampir semua orang setuju itu adalah iklan palsu,” ungkap Talalay, merujuk pada judul film yang secara eksplisit menyatakan kematian Freddy.
Padahal, film tahun 1991 itu memang seharusnya menjadi film terakhir dalam waralaba, yang bertujuan untuk mengakhiri kisah Freddy Krueger untuk selamanya. Namun, seperti yang diketahui penggemar, Freddy kemudian dihidupkan kembali dalam Wes Craven’s New Nightmare pada tahun 1994, diikuti oleh film mash-up Freddy vs. Jason pada tahun 2003, dan remake A Nightmare on Elm Street pada tahun 2010.
Pengungkapan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana salah satu ikon horor paling terkenal bisa saja memiliki takdir yang berbeda, dan bagaimana keputusan di balik layar dapat membentuk seluruh sejarah sebuah waralaba film.






