Samsung menggelar diskusi panel bertajuk Tech Forum di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026, yang berfokus pada evolusi industri streaming dan pertumbuhan pesat Free Ad-Supported Television (FAST). Diskusi dengan judul “FAST Forward: How New Streaming Models Are Shaping the Next Generation of TV” ini menyatukan para pemimpin industri untuk membahas pergeseran signifikan dari menonton pasif menuju keterlibatan aktif.
Panel yang dimoderatori oleh Natalie Jarvey dari The Ankler ini menghadirkan sejumlah tokoh kunci. Mereka adalah Salek Brodsky, SVP sekaligus Global Head of Samsung TV Plus; Alessandra Catanese, CEO Smosh; serta Bruce Casino, EVP Sales & Distribution U.S., NBCUniversal Global TV Distribution.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Di tengah lanskap streaming yang semakin terfragmentasi dan kejenuhan terhadap model berlangganan, para panelis menyoroti bagaimana FAST mengembalikan kesederhanaan dan nilai pada pengalaman menonton TV. Samsung TV Plus, misalnya, dirancang untuk mengurangi friksi dengan menawarkan ratusan kanal siaran langsung dan konten on-demand secara gratis dan mudah diakses pada berbagai perangkat Samsung di seluruh dunia.
Salek Brodsky menegaskan visi perusahaan. “Tujuan kami melalui Samsung TV Plus adalah menyederhanakan kembali pengalaman menonton TV dengan menggabungkan kekuatan penemuan konten linear dan pengalaman modern yang serba terhubung,” ujarnya.
Para panelis sepakat bahwa FAST telah menjadi bagian inti dari ekosistem streaming, melengkapi model berlangganan dan distribusi tradisional. Diskusi ini juga menegaskan bahwa evolusi streaming bukanlah tentang menggantikan model tradisional, melainkan memperluasnya.
Bruce Casino dari NBCUniversal menekankan pentingnya model hibrida yang menggabungkan FAST, layanan berlangganan, dan distribusi linear. Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan waralaba berkembang dan menciptakan nilai tambah, bukan saling memakan. Catatan Mureks menunjukkan, strategi ini memungkinkan perusahaan media untuk menghadirkan konten klasik dan kontemporer, sembari tetap mencatat performa kuat di berbagai platform.
Selain itu, perubahan kebiasaan konsumen juga mendorong kreator konten untuk muncul sebagai studio baru. Samsung TV Plus disorot sebagai jembatan yang membantu kreator bertransformasi dari brand digital menjadi studio TV sesungguhnya, memperluas jangkauan audiens dan membuka peluang monetisasi baru.
Alessandra Catanese, CEO Smosh, mengungkapkan manfaat kemitraan ini. “Kemitraan dengan Samsung TV Plus memberi ruang bagi Smosh untuk meningkatkan kualitas produksi dan memperkuat fondasi jangka panjang,” katanya.
Panelis juga membahas pentingnya program siaran langsung, seperti konser, dan fitur interaktif yang mengubah TV dari aktivitas pasif menjadi pengalaman interaktif. Melalui fitur seperti penayangan premier serempak dan partisipasi real-time, TV kini menumbuhkan rasa kebersamaan dan keterhubungan budaya.
Brodsky menegaskan bahwa Samsung akan terus berinvestasi pada acara live, program kreator, serta format interaktif untuk mengundang partisipasi. Ia menyimpulkan, “Konten autentik yang menciptakan koneksi budaya dan menyatukan orang-orang adalah hal yang paling penting”.






