Las Vegas – Perjalanan televisi Samsung, yang dimulai dari perangkat sederhana pada dekade 1970-an, kini mencapai puncaknya sebagai ‘AI Companion’ atau pendamping kehidupan sehari-hari. Fokus ini secara terang benderang diperlihatkan Samsung dalam perhelatan The First Look 2026, bagian dari acara CES 2026 yang sedang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Selasa (06/01/2026).
Televisi tidak lagi hanya menampilkan gambar, melainkan berperan sebagai pendamping cerdas di rumah. Head of Visual Display Business Samsung, SW Yong, menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi ini. “Kami sepenuhnya mendobrak cara baru berinteraksi dengan TV Anda. Kami membangun serangkaian penuh TV AI yang menetapkan standar teknologi display,” ujar SW Yong saat berbicara di acara The First Look 2026.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Dalam perhelatan akbar tersebut, Samsung memamerkan TV Micro RGB 130 inci pertama di dunia. Model R95H ini hadir dengan teknologi warna generasi berikutnya dan desain premium untuk pengalaman visual ultra-immersif, menandai standar baru TV kelas atas. Perangkat ini memadukan kecerahan, kontras, dan akurasi warna melalui AI-driven Micro RGB AI Engine Pro. Selain itu, Samsung juga menyampaikan visinya ‘Your Companion to AI Living’, yakni integrasi AI di seluruh lini produk, termasuk TV yang mampu memberikan rekomendasi tontonan, mode suara dan gambar optimal untuk olahraga, bahkan asisten konten melalui Vision AI Companion.
Menjelajahi Jejak Inovasi: Dari Hitam Putih hingga Layar Datar
Mureks mencatat bahwa perjalanan inovasi Samsung di industri televisi bermula pada awal 1970-an. Setelah divisi elektroniknya resmi dibentuk, Samsung merilis TV hitam putih 12 inci sebagai salah satu produk awalnya. Meskipun sederhana, model ini menjadi pintu masuk Samsung ke pasar elektronik global. Beberapa tahun kemudian, pada 1977, Samsung mulai memproduksi TV warna pertamanya, memperluas jangkauan produknya dan memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh baik di Korea maupun di luar negeri.
Memasuki dekade 1990-an dan 2000-an, Samsung melakukan transisi signifikan dari TV tabung konvensional ke layar plasma dan LCD datar yang lebih tipis dan ringan. Teknologi ini memungkinkan desain TV yang lebih elegan dan ukuran layar yang lebih besar tanpa menambah volume perangkat.
Inovasi penting lainnya hadir pada 2006 dengan peluncuran Samsung Bordeaux LCD TV. Model ini menampilkan desain premium dan menjadi salah satu tonggak awal kesuksesan Samsung di pasar global. Pada tahun yang sama, Samsung berhasil merebut posisi puncak pasar TV dunia, sebuah dominasi yang terus dipertahankannya selama bertahun-tahun.
Transformasi ke LED, UHD, dan QLED
Samsung terus meningkatkan pengalaman menonton dengan memperkenalkan TV LED pada akhir 2000-an. Teknologi LED ini tidak hanya lebih hemat energi tetapi juga memungkinkan desain layar yang lebih tipis dibandingkan dengan teknologi plasma sebelumnya. Selanjutnya, Samsung aktif memperluas portofolio produknya dengan TV UHD (4K) dan kemudian QLED. Teknologi layar QLED memanfaatkan partikel quantum dot untuk menghasilkan warna yang lebih kaya dan kontras yang lebih tinggi, memberikan kualitas gambar yang superior.
Revolusi Smart TV dan Estetika Personal
Memasuki era 2010-an, TV Samsung mengalami transformasi besar menjadi smart TV dengan kemampuan koneksi internet. Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses video streaming, aplikasi, dan berbagai konten digital lainnya langsung dari layar TV. Interaksi dengan televisi menjadi jauh lebih luas dan dinamis dibandingkan era sebelumnya yang hanya menayangkan siaran konvensional.
Selain itu, Samsung memperkenalkan fitur-fitur inovatif seperti Smart Hub, kontrol melalui smartphone, dan integrasi suara, yang semakin memperkaya pengalaman pengguna dalam menikmati konten digital. Pada 2017, Samsung meluncurkan lini Frame TV, sebuah inovasi yang dirancang tidak sekadar sebagai TV, melainkan juga sebagai karya seni yang menyatu dengan dinding rumah. Model ini menampilkan gambar atau karya seni saat layar dalam keadaan idle, menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya fokus pada kualitas gambar, tetapi juga pada desain yang estetis dan personalisasi sesuai gaya hidup konsumen modern.
Dengan visi ‘Your Companion to AI Living’ yang diperkenalkan di CES 2026, Samsung menegaskan kembali komitmennya untuk terus berinovasi, menjadikan televisi bukan hanya sebagai perangkat hiburan, tetapi juga sebagai pusat konektivitas dan kecerdasan buatan yang terintegrasi penuh dalam kehidupan sehari-hari.






