Samsung Electronics menggebrak panggung Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan memperkenalkan prototipe layar lipat yang diklaim bebas lipatan. Inovasi ini segera memicu spekulasi luas, terutama terkait potensi penggunaannya pada ponsel lipat pertama Apple, yang santer disebut iPhone Fold.
Inovasi Layar Lipat Bebas Lipatan dari Samsung
Dalam pameran teknologi terbesar di Las Vegas tersebut, Samsung memamerkan panel layar lipat terbarunya yang secara visual tidak menunjukkan adanya kerutan atau lipatan. Demonstrasi ini menjadi sorotan utama, mengingat lipatan pada layar masih menjadi salah satu tantangan terbesar pada ponsel lipat yang ada di pasaran saat ini.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Gambar-gambar dari tampilan layar inovatif ini telah dibagikan oleh berbagai sumber terkemuka, termasuk SamMobile dan akun pembocor teknologi @UniverseIce. Samsung bahkan memajang panel baru ini berdampingan dengan layar Samsung Galaxy Z Fold 7, yang masih memiliki lipatan kecil namun jelas terlihat, untuk menunjukkan perbedaan signifikan.
@UniverseIce, seorang pembocor teknologi dengan rekam jejak yang kuat, turut mengomentari penemuan ini melalui akun X-nya pada 6 Januari 2026. “BREAKING!Samsung showcased a foldable display with no visible crease at CES 2026. The panel looks excellent in terms of overall quality and also adopts under-display camera technology. Most importantly, there is no crease at all. This display technology is expected to be used…” tulisnya.
Dampak pada iPhone Fold dan Strategi Samsung
Klaim @UniverseIce menyebutkan bahwa teknologi layar bebas lipatan ini kemungkinan besar akan diadopsi oleh Apple untuk iPhone Fold. Jika ini benar, iPhone Fold bisa menjadi ponsel pertama yang menawarkan pengalaman layar lipat tanpa kerutan, sebuah fitur yang selama ini disebut-sebut menjadi prioritas utama Apple sebelum meluncurkan perangkat lipatnya.
Meskipun Samsung juga diperkirakan akan meluncurkan ponsel lipat baru tahun ini, @UniverseIce tidak menyebutkan bahwa layar inovatif ini akan digunakan pada flagship Samsung Galaxy Z Fold 8. Namun, ada kemungkinan teknologi ini akan disematkan pada Samsung Galaxy Wide Fold, sebuah ponsel lipat yang dirumorkan memiliki rasio aspek mirip tablet, asalkan divisi seluler Samsung bersedia menanggung biaya produksinya yang lebih tinggi.
Mureks mencatat bahwa penggunaan teknologi layar canggih ini berpotensi meningkatkan harga jual ponsel lipat Samsung, bahkan melampaui model-model yang sudah ada. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen dan strategi pasar Samsung ke depan.
Berdasarkan rumor yang beredar, iPhone Fold diperkirakan akan meluncur pada September mendatang, bersamaan dengan lini iPhone 18. Sementara itu, Samsung Galaxy Wide Fold bisa saja diperkenalkan lebih awal, sekitar bulan Juli. Dengan demikian, masih ada beberapa bulan sebelum kita dapat melihat ponsel-ponsel yang dilengkapi dengan panel layar revolusioner ini di pasaran.






