Seorang saksi mata di Minneapolis, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) menghalangi seorang dokter untuk memberikan pertolongan medis kepada Renee Nicole Good, wanita yang ditembak oleh petugas ICE.
Insiden tragis ini terjadi ketika Emily Heller (39), saksi mata, sedang menyiapkan sarapan dari rumahnya di Minneapolis. Ia menyaksikan langsung detik-detik penembakan dan upaya penyelamatan yang terhambat.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Kronologi Penembakan Versi Saksi
Heller menjelaskan, sebelum penembakan, Renee Nicole Good yang mengendarai SUV, ditembak oleh agen ICE dari jarak dekat melalui kaca depan mobilnya. “Dia mundur sedikit, lalu memutar stir untuk pergi. Seorang agen ICE berdiri di depan kendaraannya dan berkata ‘Berhenti!’ lalu menembaknya tepat di wajahnya,” ujar Heller, seperti dikutip CNN.
Setelah Renee tertembak, seorang tetangga Heller yang berprofesi sebagai dokter segera menawarkan diri untuk melakukan resusitasi jantung paru (CPR). Namun, tawaran tersebut ditolak oleh agen ICE dengan alasan petugas darurat sedang dalam perjalanan.
“Setidaknya butuh 15 menit sebelum ambulans tiba,” kata Heller, menyoroti lamanya waktu respons. Mureks mencatat bahwa keterlambatan ini menjadi salah satu poin krusial yang disoroti saksi mata dalam insiden tersebut.
Penanganan Korban Tanpa Tandu
Heller menambahkan, tim darurat yang tiba di lokasi terpaksa meninggalkan ambulans mereka dan mendekati korban dengan berjalan kaki tanpa membawa tandu. Hal ini disebabkan jalanan di sekitar lokasi kejadian dipenuhi oleh kendaraan ICE yang menghalangi akses.
“Mereka bersamanya beberapa menit lalu membawa tubuhnya yang lemas, dengan memegang anggota tubuhnya, bahkan tanpa tandu,” tutur Heller, menggambarkan kondisi penanganan korban yang memprihatinkan.
Saksi mata tersebut menegaskan bahwa insiden ini mengubah hidupnya selamanya. “Hidup saya selamanya berubah setelah menyaksikan ini,” ujarnya, seraya membantah narasi bahwa agen ICE bertindak membela diri.
Tanggapan Resmi dan Kontroversi
Di sisi lain, Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, membela tindakan agen ICE. Ia menyatakan bahwa Renee Nicole Good berusaha menabrak agen tersebut, sebuah tindakan yang disebutnya sebagai “terorisme domestik.”
Pernyataan ini kontras dengan kesaksian Emily Heller, memicu perdebatan sengit mengenai kebenaran insiden dan prosedur penegakan hukum yang diterapkan oleh agen ICE.






