Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi, melayangkan pujian tinggi kepada manajer Inter Milan, Cristian Chivu. Pujian ini datang menyusul keberhasilan Chivu membawa Nerazzurri memuncaki klasemen sementara Serie A musim 2025/2026.
Inter Milan Puncaki Klasemen di Tengah Persaingan Ketat
Hingga Jumat, 02 Januari 2026, Inter Milan kokoh di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan satu poin dari rival sekota, AC Milan. Pencapaian ini diraih meski Inter sempat menelan empat kekalahan dari 16 pertandingan awal musim, sebuah catatan yang menurut Mureks menunjukkan dinamika persaingan yang ketat.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Persaingan gelar juara musim ini diprediksi akan berlangsung sangat sengit. Hanya ada selisih empat angka yang memisahkan lima tim teratas di klasemen. Napoli, sang juara bertahan, hanya terpaut dua poin di belakang Inter, sementara AS Roma dan Juventus juga mulai menunjukkan diri sebagai kandidat kuat peraih Scudetto.
Arrigo Sacchi Soroti Kualitas Skuad dan Tantangan Inter
Dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, Arrigo Sacchi mengakui bahwa Inter Milan memiliki keunggulan, namun juga menghadapi tantangan. “Mereka bilang Inter adalah favorit karena berada di puncak klasemen. Namun, klasemen sangat ketat dan Nerazzurri mengalami beberapa hambatan musim ini,” ujar Sacchi.
Mantan pelatih tim nasional Italia itu menambahkan, “Mereka memiliki skuad yang paling mumpuni untuk memenangkan gelar, namun skuad ini tidak selalu mampu tampil maksimal.” Pernyataan ini menggarisbawahi potensi besar Inter yang belum sepenuhnya termanfaatkan.
Sentuhan Cristian Chivu: Inter Milan Lebih Vertikal dan Menyerang
Sacchi secara spesifik memuji peran Cristian Chivu dalam membentuk identitas permainan tim. “Chivu melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dia telah memberikan identitas permainan yang jelas kepada tim,” tegas Sacchi.
Perubahan gaya bermain Inter di bawah Chivu juga menjadi sorotan. “Sekarang Inter jauh lebih vertikal dibandingkan tim yang dipimpin Simone Inzaghi,” jelas Sacchi. Ia melanjutkan, “Mereka saat ini lebih sering melakukan pressing, dan bermain lebih menyerang. Terlebih lagi, mereka memiliki lini serang yang benar-benar tangguh.” Analisis ini menyoroti evolusi taktik yang membuat Inter menjadi tim yang lebih agresif dan efektif di lapangan.






