Olahraga

Di Balik Gemerlap Lapangan Hijau, Luka Modric Ungkap Keinginan Jadi Pelayan

Gelandang veteran AC Milan, Luka Modric, kembali menjadi sorotan bukan hanya karena performa apiknya di lapangan, melainkan juga karena pengakuan jujurnya tentang gaya hidup sederhana yang ia jalani. Pemain yang baru bergabung dengan Rossoneri pada 15 Juli 2025 ini, mengejutkan banyak pihak dengan pernyataan tentang profesi impiannya jika tidak menjadi pesepakbola.

Meski telah menginjak usia 40 tahun pada September 2025, Modric tetap menunjukkan kebugaran fisik yang luar biasa dan menjadi jenderal lapangan tengah yang diandalkan AC Milan musim ini. Kedatangannya ke San Siro setelah pengabdian panjang bersama raksasa Real Madrid langsung memberikan dampak signifikan bagi skuad.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Sepanjang karier profesionalnya, Modric telah mengoleksi total 28 trofi bergengsi sebelum mendarat di Milan, termasuk enam gelar Liga Champions yang diraihnya bersama Real Madrid. Pemain berkebangsaan Kroasia ini juga dikenal sebagai pemenang Ballon d’Or tahun 2018 dan merupakan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah bagi Timnas Kroasia. Mureks mencatat bahwa konsistensi Modric di level tertinggi adalah bukti dedikasi luar biasa.

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama Corriere della Sera, Modric ditanya mengenai gaya hidupnya yang jauh dari kesan glamor, padahal ia adalah salah satu bintang terbesar di dunia sepak bola.

Pengakuan Jujur Luka Modric

Dengan lugas, Modric menjawab, Tepat sekali. Saya menyukai hal-hal yang normal, tampil sebagaimana biasanya. Keluarga yang normal, kehidupan yang normal, hal-hal kecil. Ia menegaskan bahwa kesederhanaan adalah bagian tak terpisahkan dari dirinya.

Pemain yang dikenal dengan visi permainannya yang brilian ini melanjutkan, Saya tidak merasa unik. Sepanjang hidup saya, saya tidak pernah berpikir, bahkan sedetik pun, bahwa saya lebih unggul dari orang lain. Jika saya bukan seorang pemain sepak bola, saya ingin menjadi seorang pelayan. Pengakuan ini semakin memperkuat citra Modric sebagai sosok yang rendah hati di tengah gemerlap dunia sepak bola profesional.

Mureks