Tren

Rupiah Diproyeksikan Melemah Lanjut, Investor Tunggu Data Ekonomi AS dan Domestik

Rupiah diperkirakan melanjutkan tren pelemahannya terhadap dollar AS pada Kamis, 08 Januari 2026, seiring dengan antisipasi rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan dalam negeri.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan investor menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), sementara dari dalam negeri akan ada pengumuman cadangan devisa dan indeks kepercayaan konsumen. Menurut Lukman, peluang pelemahan rupiah semakin terbuka jika data ekonomi AS menunjukkan penguatan, sedangkan data cadangan devisa dan indeks kepercayaan konsumen Indonesia mengindikasikan pelemahan.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (8/1), akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 16.700 – 16.850 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (7/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah 22 poin atau 0,13 persen dari sehari sebelumnya, menjadi 16.780 rupiah per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menganggap pelemahan kurs rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian suku bunga The Fed. “Gubernur Fed Stephen Miran (mengatakan) aktivitas bisnis AS tetap solid, namun hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah,” ujar Ibrahim mengutip pernyataan Stephen Miran. Ia menambahkan, “Bertentangan dengan pendapat Stephen Miran, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa suku bunga dana Fed berada dalam level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi.”

Mureks mencatat bahwa berdasarkan data CME FedWatch, diperkirakan terdapat 82 persen kemungkinan suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS (The Fed) berikutnya yang dijadwalkan pada 27-28 Januari mendatang.

Referensi penulisan: koran-jakarta.com

Mureks