Netflix kembali merilis film komedi romantis terbarunya, “People We Meet on Vacation”, yang diharap menjadi pelarian sempurna dari suasana dingin musim Januari. Diadaptasi dari novel laris Emily Henry, film ini menjanjikan kisah persahabatan dua karakter yang berlawanan, Poppy Wright dan Alex Nilsen, dalam perjalanan keliling dunia.
Namun, harapan tersebut tampaknya jauh panggang dari api. Menurut pantauan Mureks, film ini justru disebut sebagai kegagalan lain dari produksi orisinal Netflix. Kritikus Rory Mellon dari Tom’s Guide bahkan secara tegas tidak merekomendasikan film ini, menyebutnya sebagai “misfire” atau kesalahan fatal.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kisah yang Gagal Membangun Chemistry
Film ini mengisahkan Poppy (diperankan Emily Bader) yang berjiwa bebas dan Alex (Tom Blyth) yang kaku dan terobsesi dengan rencana. Mereka menjadi sahabat karib setelah perjalanan tak terduga dari Boston ke Ohio saat kuliah, dan berjanji untuk berlibur bersama setiap musim panas. Dinamika “akan-kah-mereka-bersama” ini menjadi inti cerita.
Mellon menyoroti kelemahan terbesar “People We Meet on Vacation” adalah kegagalannya menyajikan dua pemeran utama yang disukai dan memiliki percikan romantis yang meyakinkan. Meskipun Emily Bader dan Tom Blyth diakui sebagai aktor berbakat, chemistry di antara keduanya nyaris tidak terasa di layar. “Hanya ada sedikit candaan yang menyenangkan antara Poppy dan Alex,” tulis Mellon.
Satu-satunya adegan yang sedikit menunjukkan adanya percikan, yakni sekuens dansa di New Orleans, dinilai tidak cukup untuk membuat penonton berinvestasi pada potensi hubungan mereka. Bahkan hingga babak ketiga, sulit untuk memahami mengapa kedua karakter ini bisa berteman, apalagi menjadi pasangan romantis.
Penulisan Formulaik dan Karakter Pendukung yang Terabaikan
Selain minimnya chemistry, aspek komedi dalam film ini juga dianggap gagal. Mellon menyebutkan bahwa sedikit sekali lelucon yang berhasil, kecuali jika adegan Alex telanjang di hutan dianggap lucu. Penulisannya yang terlalu formulaik membuat alur cerita dan lelucon mudah ditebak.
Ironisnya, film ini memiliki aktor pendukung dengan kemampuan komedi yang solid seperti Jameela Jamil dan Alan Ruck. Namun, peran mereka sangat minim, bahkan Ruck hanya muncul dalam satu adegan singkat. Ini menjadi salah satu poin kekecewaan yang disoroti dalam ringkasan Mureks.
Struktur Naratif dan Soundtrack Sebagai Poin Positif Minor
Meskipun demikian, Mellon mencoba mencari sisi positif. Ia memberikan apresiasi pada struktur naratif film yang membuka cerita di masa kini, lalu kilas balik ke berbagai liburan musim panas Poppy dan Alex. Struktur ini berhasil menggoda penonton dengan konflik masa lalu dan secara bertahap mengungkap alasan di balik kerenggangan hubungan mereka.
Poin positif kecil lainnya adalah kehadiran lagu “August” dari album Folklore milik Taylor Swift dalam soundtrack film. Namun, kedua hal ini dianggap tidak cukup untuk menyelamatkan “People We Meet on Vacation” dari predikat rom-com yang biasa-biasa saja dan penuh klise.
Kesimpulan: Sebuah Perjalanan yang Tidak Layak Diambil
Bagi penggemar berat novel Emily Henry, mungkin ada nilai tersendiri dalam menonton adaptasi ini. Namun, bagi penonton umum atau pelanggan Netflix yang mencari tontonan berkualitas, “People We Meet on Vacation” bukanlah pilihan yang direkomendasikan. Film ini digambarkan sebagai “bacaan pantai” yang sekali pakai, mudah ditebak, dan tidak terlalu bagus dalam pengerjaannya. Bahkan, ia gagal memenuhi standar hiburan tanpa embel-embel yang biasanya ditawarkan oleh novel-novel sejenis.
Sebagai penutup, film ini dianggap tenggelam dalam lautan pilihan rom-com yang jauh lebih baik di platform streaming. Netflix diharapkan dapat menyajikan deretan film orisinal yang lebih berkualitas di masa mendatang.






