Tren

Reidel: “Fokus Kualitas Lokal,” Bhayangkara Presisi Gasak Medan Falcons di Proliga 2026

Tim voli putra Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil mengawali kiprahnya di Proliga 2026 dengan hasil gemilang. Bertanding di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (8/1/2026), Bhayangkara Presisi menaklukkan Medan Falcons Tirta Bhagasi tiga set langsung dengan skor 25-23, 21-19, dan 25-21. Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal positif bagi tim asal Jakarta tersebut dalam persaingan awal musim.

Dominasi Bhayangkara Presisi Sejak Awal Laga

Pada set pembuka, pertandingan berlangsung ketat. Medan Falcons Tirta Bhagasi sempat memberikan tekanan dan mampu menjaga jarak poin hingga fase akhir. Namun, ketenangan dan disiplin permainan Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil mencuri momentum di poin-poin krusial, menutup set pertama dengan keunggulan 25-23.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Persaingan sengit kembali tersaji pada set kedua. Medan Falcons beberapa kali memimpin perolehan angka berkat permainan rapat di lini pertahanan. Meski demikian, Jakarta Bhayangkara Presisi perlahan menemukan ritme melalui servis agresif dan transisi serangan yang efektif. Keunggulan tipis berhasil diamankan Bhayangkara Presisi dengan skor 21-19.

Memasuki set ketiga, tim asuhan Reidel Alfonso Gonzalez Toiran tampil semakin percaya diri. Bhayangkara Presisi mulai mengendalikan tempo pertandingan, meskipun Medan Falcons tetap berupaya menekan untuk memperkecil selisih angka. Pengalaman dan konsistensi permainan membuat Bhayangkara Presisi mampu menjaga keunggulan hingga mengakhiri set ketiga dengan skor 25-21, sekaligus memastikan kemenangan 3-0.

Fokus Pengembangan Pemain Lokal Jadi Prioritas

Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Alfonso Gonzalez Toiran, menilai hasil ini sebagai modal penting di awal kompetisi. Meski meraih kemenangan, Reidel menegaskan timnya masih berada dalam tahap pembenahan, terutama dalam menerapkan variasi strategi dan memaksimalkan peran pemain lokal.

“Kehadiran pemain asing tetap menjadi bagian dari tim, tetapi fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas atlet lokal sebagai investasi jangka panjang,” ujar Reidel. Menurut Mureks, pernyataan Reidel ini menunjukkan komitmen tim terhadap pengembangan talenta domestik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan di masa depan.

Reidel juga mengakui performa tim belum sepenuhnya maksimal. Masih terdapat sejumlah kesalahan teknis yang perlu diperbaiki melalui latihan berkelanjutan. Ia menyebut kondisi fisik pemain secara umum cukup baik, meskipun beberapa pemain yang baru kembali dari Timnas masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik.

Terkait target musim ini, Reidel menegaskan ambisi Bhayangkara Presisi untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Namun, ia menekankan pentingnya proses dan evaluasi berkelanjutan pada setiap pertandingan, termasuk saat menghadapi lawan berikutnya, Surabaya Samator.

Medan Falcons Akui Kelemahan di Poin Krusial

Di sisi lain, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasi, Ariyanto Joko Sutrisno, menilai anak asuhnya tampil cukup kompetitif meski harus mengakui keunggulan lawan. Ia menyoroti lemahnya penyelesaian akhir pada poin-poin penentuan sebagai faktor utama kekalahan timnya.

Ariyanto memastikan evaluasi akan segera dilakukan, khususnya pada sektor pertahanan dan mental bertanding. Ia menambahkan, Medan Falcons Tirta Bhagasi menargetkan lolos ke babak final four. “Saya berharap performa kami meningkat setiap laga,” katanya, optimistis menatap pertandingan selanjutnya.

Mureks