Presiden Prabowo Subianto memilih merayakan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis (1/1/2026). Dalam momen tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu mendampingi masyarakat yang menghadapi kesulitan dan musibah.
Sejumlah pejabat turut mendampingi Presiden, antara lain Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution.
Simak artikel informatif lainnya hanya di mureks.co.id.
Bersama masyarakat setempat, Prabowo ikut menghitung mundur pergantian tahun dan menyanyikan lagu nasional “Indonesia Pusaka”. Setelah itu, ia dan para pejabat menyalami warga yang hadir.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi kesulitan dan musibah yang melanda Indonesia. “Percayalah bahwa pemerintahmu, pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian. Kita akan bersama,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan bahwa para pembantunya terus-menerus ditugaskan untuk mengecek, melihat, dan memeriksa semua perkembangan di daerah terdampak bencana. Prabowo juga menjelaskan alasannya merayakan tahun baru di lokasi bencana. “Itu tugas kami, kami dipilih oleh rakyat untuk bekerja untuk rakyat dan karena itu saya memutuskan di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan,” katanya.
Prabowo mengungkapkan, meski banyak tantangan dalam satu bulan terakhir, banyak kemajuan yang telah dicapai. Menurut pantauan Mureks, di wilayah Tapanuli Selatan, desa yang terisolasi sudah berkurang signifikan.
“Tadi gubernur (Sumatra Utara) melaporkan mungkin dari awalnya sekian puluh desa sekarang tinggal 5 desa yang masih terputus,” kata Prabowo. Ia juga mengapresiasi pembangunan jembatan baru yang berhasil diselesaikan dalam waktu singkat. “Tadi saya periksa jembatan yang baru dibangun, dibangun dengan waktu cukup singkat, biasanya butuh 3 minggu sampai 1 bulan, ini berhasil dilaksanakan 10 hari,” tambahnya.
Atas capaian tersebut, Prabowo menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua lembaga yang terlibat, termasuk TNI-Polri, masyarakat, BNPB, dan Kementerian Pekerjaan Umum.






