Lifestyle

Rasulullah SAW Anjurkan 7 Surat Ini Dibaca pada Hari Jumat: Keutamaan dan Dalilnya

Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, dikenal sebagai sayyidul ayyam atau “penghulu segala hari”. Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan membaca Al-Quran. Rasulullah SAW sendiri telah mencontohkan dan menganjurkan beberapa surat khusus untuk dibaca pada hari yang penuh berkah ini.

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam

Keistimewaan hari Jumat ditegaskan dalam berbagai hadis. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Dan tidak akan terjadi kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim).

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Selain itu, hari Jumat juga menjadi momentum pengampunan dosa. Sebuah hadis riwayat Muslim menyatakan, “Salat lima waktu, dari satu Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari satu Ramadan ke Ramadan berikutnya, menjadi penghapus dosa-dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.”

Surat-Surat Pilihan Anjuran Rasulullah SAW

Mureks merangkum, berikut adalah beberapa surat yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Jumat menurut Rasulullah SAW, lengkap dengan keutamaan dan dalilnya:

1. Surat Al-Kahfi

Membaca Surat Al-Kahfi pada malam atau hari Jumat sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surah Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Shohihul Jami’).

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin 1 juga mengutip sabda Nabi SAW, “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada malam atau hari Jumat, kepadanya akan diberikan cahaya yang dapat terlihat dari Makkah dan diampuni dosanya sampai hari Jumat berikutnya, ditambah tiga hari, dan juga dimintakan ampun oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai pagi serta dihindarkan dari penyakit, bencana, radang selaput dada, kusta, lepra dan fitnah Dajjal.”

2. Surat As-Sajdah

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca Surat As-Sajdah pada rakaat pertama salat Subuh hari Jumat. Hadis ini tercatat dalam riwayat Muslim: “Rasulullah SAW membaca ‘alif lamim tanzil…’ (surat As-Sajdah) pada raka’at pertama salat Subuh di hari Jum’at.”

Imam As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaish Jumat menjelaskan, pembacaan surat ini mengingatkan umat Muslim tentang penciptaan Nabi Adam AS dan kondisi hari kiamat. Kesunahan ini juga dikaitkan dengan adanya ayat sujud (sujud sajadah), sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Dahiyyah dan Ibnu Abi Syaibah.

3. Surat Al-Insan

Pada rakaat kedua salat Subuh hari Jumat, Rasulullah SAW juga membaca Surat Al-Insan. Hadis riwayat Muslim menyebutkan, “…Sementara pada rakaat kedua, beliau membaca ‘hal atâ ‘alal insâni (surat Al-Insan).”

Hikmah dari pembacaan Surat Al-Insan adalah untuk mengingatkan asal penciptaan manusia dan menanamkan kesadaran akan tanggung jawab amal, mengingat peristiwa penting tersebut terjadi pada hari Jumat.

4. Surat Al-Jumu’ah

Dalam salat Jumat, disunnahkan membaca Surat Al-Jumu’ah. Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menyatakan, “Disunnahkan bagi orang yang hadir (menetap) membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun, atau surat Al-A’la dan surat Al-Ghasyiyah saat salat Jumat dan salat Isya hari Jumat.”

Salah satu ayat penting dalam surat ini adalah ayat 9: “Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā nūdiya liṣ-ṣalāti miy yaumil-jumu’ati fas’au ilā żikrillāhi wa żarul-bai'(a), żālikum khairul lakum in kuntum ta’lamūn(a).” Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

5. Surat Al-Munafiqun

Bersamaan dengan Surat Al-Jumu’ah, pembacaan Surat Al-Munafiqun juga dianjurkan pada salat Jumat. Abdullah bin Abbas meriwayatkan, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW biasa membaca pada shalat Jumat, surat Al-Jumuah dan surat Al-Munafiqun.” (HR. Muslim, no.879).

6. Surat Al-A’la

Al-Imam al-Nawawi menegaskan bahwa Rasulullah SAW membaca Surat Al-A’la pada salat Jumat. Riwayat dari al-Nu’man bin Basyir menyebutkan, “Dari al-Nu’man bin Basyir beliau berkata; Rasulullah membaca dalam salat dua hari raya dan Jumat surat Sabbihismarabbikal A’la…” (HR. Muslim).

Surat ini mengandung pujian kepada Allah SWT dan berfungsi sebagai pengingat bagi manusia untuk senantiasa menyiapkan amal untuk kehidupan akhirat.

7. Surat Al-Ghasiyah

Pada salat Jumat, Rasulullah SAW juga membaca Surat Al-Ghasyiyah. Hal ini dijelaskan dalam riwayat dari al-Nu’man bin Basyir, “…dan surat Hal Ataka Haditsul Ghasyiyah.” (HR. Muslim).

Catatan Mureks menunjukkan, amalan membaca surat-surat ini tidak hanya sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk merenungkan penciptaan manusia, menguatkan keimanan, meningkatkan amal saleh, serta senantiasa mengingat hari kiamat. Dengan menghidupkan sunnah ini, umat Muslim diharapkan dapat meraih keberkahan dan ampunan dosa di hari Jumat.

Mureks