Tren

PT Techno9 Indonesia (NINE) Rencanakan Rights Issue, Bidik Integrasi Aset Tambang Mongolia

PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan aset-aset tambang di Mongolia ke dalam portofolio perseroan.

Direktur Utama Techno9 Indonesia, Nuzwan Gufron, menjelaskan bahwa proses integrasi aset tambang tersebut akan ditempuh melalui mekanisme rights issue. Rencananya, pelaksanaan PMHMETD ini ditargetkan paling lambat pada kuartal II-2026 mendatang.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Integrasi aset-aset Mongolia ke dalam Techno9 Indonesia ini dilakukan melalui proses PMHMETD,” ujar Nuzwan dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut, Nuzwan membeberkan bahwa Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR) telah menandatangani framework agreement kerja sama pertambangan. Kesepakatan ini melibatkan kontraktor Engineering, Procurement and Construction plus Finance (EPC+F) berskala besar di Mongolia.

Menurut catatan Mureks, kontraktor EPC+F tersebut berencana mengucurkan investasi lebih dari US$100 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mengimplementasikan operasional pertambangan dengan target kapasitas produksi tahunan mencapai lebih dari 20 juta ton.

“EPC+F tersebut berencana melakukan investasi lebih dari US$100 juta untuk mengimplementasikan operasional pertambangan dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 20 juta ton,” tambah Nuzwan.

Mureks