Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia, khususnya bagi keluarga besar PSS Sleman. Salah satu pendiri klub berjuluk Super Elja, Sudarsono KH, telah berpulang pada usia 80 tahun. Informasi ini disampaikan oleh akun resmi PSS Sleman pada Kamis, 18 Desember 2025.
Melalui unggahan di media sosial, PSS Sleman menyatakan duka cita mendalam atas kepergian tokoh penting tersebut. “Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un. Segenap keluarga besar PSS Sleman turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu pendiri PSS Sleman, Sudarsono KH. Thanks for your legacy!” demikian bunyi pernyataan klub yang dilihat pada Kamis (18/12/2025).
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai waktu pasti meninggalnya Sudarsono KH, serta detail mengenai prosesi pemakaman. Pihak klub belum memberikan keterangan tambahan terkait hal tersebut.
Perjalanan Sudarsono KH dan PSS Sleman
Dikutip dari situs resmi PSS Sleman, Sudarsono KH lahir pada 5 Oktober 1945. Ia merupakan salah satu dari lima tokoh yang membidani lahirnya PSS Sleman. Empat pendiri lainnya adalah H. Suryo Saryono, Sugiyarto SY, Hartadi, dan Subardi.
Dari kelima pendiri tersebut, Sudarsono KH dikenal sebagai satu-satunya yang tetap setia berurusan dengan sepak bola hingga akhir hayatnya. Pada masa-masa awal perjuangan, PSS Sleman sangat bergantung pada pengurusnya. Klub ini bersifat partikeliran, di mana segala kebutuhan operasional didanai melalui patungan dari para pengurus, tanpa adanya sponsor besar.
Rumah pribadi Sudarsono KH yang berlokasi di Rogoyudan bahkan sempat difungsikan sebagai kantor PSS Sleman. Tempat itu juga menjadi titik kumpul para pemain sebelum dan sesudah menjalani pertandingan, mencerminkan dedikasi dan peran sentral Sudarsono dalam membangun fondasi klub kebanggaan Sleman tersebut.






