Olahraga

PSIS Semarang vs Persipal Palu: Momentum Krusial Keluar dari Jerat Degradasi Liga 2

Laga krusial akan tersaji di Stadion Jatidiri Semarang pada Sabtu (3/1/2026) malam, mempertemukan PSIS Semarang dan Persipal Palu dalam lanjutan kompetisi Liga Championship atau Liga 2. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama terperosok di papan bawah dan berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi.

Pertarungan di Zona Merah

Baik PSIS Semarang maupun Persipal Palu berada dalam situasi genting di zona merah klasemen Liga Championship musim ini. PSIS Semarang, yang berjuluk Laskar Mahesa Jenar, baru mengantongi 5 poin dari 13 pertandingan, dengan catatan 10 kali kalah, 2 kali seri, dan hanya 1 kali menang. Sementara itu, Persipal Palu, atau Laskar Tadulako, memiliki sedikit keunggulan dengan 6 poin dari 13 pertandingan, namun belum pernah meraih kemenangan, dengan 6 kali seri dan 7 kali kalah.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Mureks mencatat bahwa pertemuan ini menjadi momentum berharga bagi kedua tim untuk meraih kemenangan dan menjadikan titik balik guna menghindari tergelincir lebih jauh ke zona 3.

Keuntungan Tuan Rumah dan Amunisi Baru PSIS

Bagi PSIS Semarang, pertandingan kandang ini menjadi keuntungan tersendiri. Selain dukungan penuh dari suporter di Stadion Jatidiri, tim juga akan diperkuat amunisi baru, Rafael de Rodrigues atau Rafinha, pemain pinjaman dari PSIM Yogyakarta.

Seorang pengamat sepak bola di Semarang menyatakan, “Pertandingan besok akan menjadi ajang pembuktian bagi Rafinha untuk dapat mencuri perhatian PSIS Semarang mempertahankan pada pertandingan berikutnya.”

Namun, tantangan tidak mudah. PSIS Semarang, yang kini berada di bawah manajemen baru dan telah melakukan perombakan besar-besaran, belum dapat menurunkan 11 pemain barunya. Sebagian besar pemain eksodus dari Persela Lamongan tersebut masih menunggu dibukanya bursa transfer pada 10 Januari mendatang.

CEO PSIS Semarang, Datu Nova Fatmawati, menegaskan misinya. “Misi saya yang paling dekat adalah membenahi tim, dari pemain, pelatih sampai manajemen untuk mencoba menyelamatkan PSIS agar kembali ke jalurnya,” ujarnya.

Setelah pembenahan manajemen, PSIS juga mengganti pelatih dan kini mempercayakan tim kepada Jefri Sastra. Sejumlah pemain anyar telah direkrut dengan harapan dapat menyelamatkan tim dari zona degradasi di sisa pertandingan Liga Championship, antara lain Denilson Rodrigues, Aldair Simanca, Rafinha, Beto Goncalves, Esteban Vizcarra, Otavio Dutra, Tegar Infantrie, Gustur Cahyo, Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, dan Fahmi Al-Ayyubi.

Persipal Palu Tak Gentar

Di sisi lain, Persipal Palu juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Meskipun berstatus tim tamu dan memiliki rekor belum pernah menang, mereka akan tampil ngotot untuk mencuri poin penuh. Pada pertandingan sebelumnya, Persipal ditahan imbang 1-1, menambah motivasi mereka untuk meraih hasil positif.

Perjuangan kedua tim di urutan 9 dan 10 klasemen ini juga dipengaruhi oleh tim di atas mereka. Persiku Kudus, yang juga berada di zona degradasi, tidak akan tinggal diam, meskipun jadwal pertandingan berikutnya cukup berat dengan menghadapi tim papan atas seperti Barito Putra, Persiba Balikpapan, Tornado FC, dan Persipura Jayapura sebagai tim tamu.

Mureks