Untuk pertama kalinya sejak 2020, rival abadi Paris Saint-Germain (PSG) dan Olympique Marseille (OM) akan kembali saling berhadapan dalam laga puncak Piala Juara Prancis (Trophée des Champions). Pertandingan prestisius ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/1) dini hari WIB di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait, menyajikan duel ‘Le Classique’ di benua Asia.
PSG memasuki laga ini dengan status ganda sebagai juara bertahan Ligue 1 dan Coupe de France. Musim lalu, Les Parisiens juga berhasil merebut trofi Piala Juara Prancis setelah menundukkan AS Monaco dengan skor tipis 1-0. Tim asuhan Luis Enrique saat ini tengah berada dalam performa positif, mencatatkan lima pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi, termasuk kemenangan 2-1 atas Paris FC pada laga pembuka mereka di tahun 2026.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Tradisi dan pengalaman jelas berpihak pada PSG. Dari 12 final Piala Juara Prancis yang mereka ikuti, PSG memenangi 11 di antaranya. Mureks mencatat bahwa dominasi ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa dalam tiga edisi terakhir, mereka selalu keluar sebagai juara tanpa kebobolan, dengan agregat skor telak 7-0. Saat terakhir kali tampil di Asia, PSG juga menorehkan sejarah dengan menjuarai Piala Interkontinental untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Flamengo 2-1 melalui perpanjangan waktu di Qatar.
Dominasi PSG atas Marseille juga terlihat dalam rekor pertemuan. Les Parisiens memenangi lima laga beruntun melawan OM saat berstatus tuan rumah, termasuk kemenangan 2-1 pada final Piala Juara Prancis 2021 yang digelar di Lens.
Di sisi lain, Marseille berhak tampil di final sebagai runner-up Ligue 1 musim sebelumnya. Tim asuhan Roberto De Zerbi datang dengan ambisi besar, meskipun awal tahun 2026 tidak sepenuhnya mulus. Kekalahan 0-2 dari Nantes membuat OM kini tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Ligue 1, Lens. Namun, laga final ini menjadi kesempatan emas bagi De Zerbi untuk mempersembahkan trofi perdana sebagai pelatih Marseille.
Jika berhasil meraih kemenangan, Marseille akan menyamai rekor AS Monaco dengan koleksi empat gelar Piala Juara Prancis, menjadikannya tim dengan gelar terbanyak keempat sepanjang sejarah. Ini merupakan penampilan ketujuh Marseille di final ajang tersebut, dengan dua gelar terakhir diraih pada abad ini, termasuk kemenangan dramatis 5-4 atas Lille pada 2011.
Performa tandang Marseille juga patut diwaspadai. Mereka mencatatkan dua kemenangan tandang beruntun di semua kompetisi dengan total sembilan gol. Mureks mencatat bahwa musim ini, OM sudah tiga kali mencetak sedikitnya tiga gol di laga tandang kompetitif melawan sesama klub Prancis, termasuk kemenangan telak 6-0 atas Bourg-Peronnas di Piala Prancis bulan lalu.
Menariknya, Marseille berpeluang mencatat sejarah kecil. Mereka bisa meraih dua kemenangan kompetitif beruntun atas PSG untuk pertama kalinya sejak 2011, setelah berhasil menang 1-0 di Stade Velodrome pada pertemuan liga September lalu.
PSG dipastikan tidak akan diperkuat Achraf Hakimi yang masih membela Maroko di Piala Afrika. Matvey Safonov absen akibat cedera tangan, sementara Lee Kang-in masih diragukan tampil karena masalah paha. Pada laga terakhir, Desire Doue dan Ousmane Dembele menjadi pencetak gol saat PSG menundukkan Paris FC 2-1, dengan Lucas Chevalier kembali dipercaya mengawal gawang.
Di kubu Marseille, Ruben Blanco diragukan tampil akibat cedera lutut, sementara Amine Gouiri telah kembali ke skuad setelah absen panjang. Pada pertemuan terakhir kedua tim di Ligue 1, PSG menelan kekalahan akibat gol bunuh diri Marquinhos, dengan Geronimo Rulli mencatatkan clean sheet untuk Marseille.
Perkiraan Susunan Pemain
Paris Saint-Germain:
- Kiper: Chevalier
- Bek: Zaire-Emery, Marquinhos, Pacho, Hernandez
- Gelandang: Neves, Vitinha, Ruiz
- Penyerang: Ramos, Dembele, Barcola
Marseille:
- Kiper: Rulli
- Bek: Pavard, Balerdi, Aguerd
- Gelandang: Weah, O’Riley, Nadir, Palmieri
- Penyerang: Greenwood, Paixao, Aubameyang
Referensi penulisan: koran-jakarta.com






