Tren

Profil Ko Hyung-jin: Wasit El Clasico Persib vs Persija yang Pernah Bikin Dejan Antonic Murka

Duel panas bertajuk ‘El Clasico Indonesia’ antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada Minggu, 11 Januari 2026, dipastikan akan dipimpin oleh wasit asing. Sosok yang dipercaya mengawal laga penuh tensi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tersebut adalah Ko Hyung-jin, wasit berlisensi FIFA asal Korea Selatan.

Profil Singkat Wasit Asing di El Clasico Indonesia

Penunjukan Ko Hyung-jin menandai pengalaman perdananya memimpin langsung rivalitas terpanas di sepak bola Tanah Air. Namun, ia bukanlah nama baru bagi publik sepak bola Indonesia, mengingat beberapa kali telah bertugas di kompetisi Liga 1 dan pertandingan internasional yang melibatkan Timnas Indonesia.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Duel panas Persib vs Persija pada El Clasico Indonesia dipastikan dipimpin wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin. Pengadil asing dipercaya mengawal laga penuh tensi ini,” demikian tertulis dalam unggahan akun @sports.indosiar.

Jejak Karier Internasional: Dari K-League hingga Kualifikasi Piala Dunia

Ko Hyung-jin memulai karier profesionalnya di Liga Nasional Korea Selatan pada tahun 2008. Setahun berselang, ia berhasil meraih lisensi FIFA, membuka jalan baginya untuk memimpin pertandingan di level internasional.

Pengalaman pertamanya di luar negeri tercatat pada Liga Super China tahun 2009. Sejak saat itu, kariernya terus menanjak dengan kepercayaan memimpin berbagai ajang bergengsi Asia, termasuk ACL Elite, Asian Games, hingga Kualifikasi Piala Dunia.

Bagi Timnas Indonesia, wasit berusia 43 tahun ini juga bukan sosok asing. Ia pernah memimpin laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk tim tamu. Selain itu, ia juga bertugas saat Timnas Indonesia ditahan imbang 0-0 oleh Lebanon pada FIFA Matchday September 2025 di Surabaya. Ko Hyung-jin bahkan sempat menjadi ofisial keempat pada laga Piala Dunia U-17 2023 antara Indonesia dan Panama.

Ketegasan di Lapangan: Rekor Kartu dan Insiden Kontroversial

Sejak musim lalu, Ko Hyung-jin telah memimpin total lima pertandingan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, BRI Super League. Pada musim 2024/2025, dalam empat laga yang ia pimpin, tercatat ia mengeluarkan 12 kartu kuning dan satu kartu merah. Kartu merah tersebut diberikan kepada pemain Borneo FC, Dwiki Hardiansyah, saat timnya menang 3-1 atas Semen Padang. Ketegasannya juga terlihat saat memimpin laga Persebaya melawan Malut United dengan mengeluarkan empat kartu kuning.

Musim ini, Ko Hyung-jin baru memimpin satu pertandingan, yakni saat PSIM Yogyakarta meraih kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang pekan lalu. Dalam laga tersebut, ia tanpa ragu menghukum lima kartu kuning, termasuk dua di antaranya untuk pelatih dari masing-masing tim. Jean-Paul van Gastel dari PSIM dan Dejan Antonic dari Semen Padang menjadi “korban” ketegasan Ko Hyung-jin di pinggir lapangan akibat protes berlebihan.

Catatan Mureks menunjukkan, ketegasan Ko Hyung-jin kerap menjadi sorotan, terutama dalam laga-laga bertekanan tinggi.

Amarah Dejan Antonic dan Polemik VAR

Meskipun berstatus wasit elite, kepemimpinan Ko Hyung-jin bukannya tanpa cela. Laga PSIM vs Semen Padang pekan lalu menyisakan kontroversi yang memicu amarah pelatih Semen Padang, Dejan Antonic. Kubu Semen Padang merasa dirugikan oleh beberapa keputusan wasit, termasuk penalti yang akhirnya memenangkan PSIM.

Situasi semakin diperparah dengan tidak aktifnya teknologi VAR pada momen krusial pelanggaran di kotak penalti pada menit ke-63 saat itu. Usai laga, Dejan Antonic bahkan menghabiskan 10 menit awal konferensi pers hanya untuk menumpahkan kekecewaannya terhadap kinerja sang wasit asal Korea Selatan tersebut.

Kini, ujian sesungguhnya menanti Ko Hyung-jin di GBLA. Mampukah ia memimpin laga Persib vs Persija dengan adil dan tanpa kontroversi, mengingat tensi tinggi yang selalu menyelimuti pertemuan kedua tim ini?

Mureks