Tren

Produser Eksekutif Ubisoft Massive Entertainment: “The Division 3 Akan Berdampak Sebesar The Division 1”

Pengembangan gim The Division 3 terus berlanjut di Ubisoft, dengan produser eksekutifnya, Julian Gerighty, menyatakan keyakinan bahwa sekuel ini akan memberikan dampak sebesar gim pertamanya. Pernyataan ini muncul lebih dari dua tahun setelah pengumuman awal proyek tersebut.

Ambisi Besar untuk The Division 3

Julian Gerighty, produser eksekutif waralaba The Division di Massive Entertainment, studio milik Ubisoft, memberikan pembaruan singkat namun menjanjikan. Berbicara dalam acara New Game+ Showcase 2026, Gerighty menegaskan komitmen studio terhadap proyek ini.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Jadi, The Division 3 sedang dalam produksi, kan? Ini bukan rahasia. Sudah diumumkan. Ini sedang terbentuk menjadi monster. Saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu. Tapi ini, di dalam dinding Massive ini, kami bekerja sangat keras untuk sesuatu yang saya pikir akan berdampak sebesar Division 1,” ujar Gerighty.

Pernyataan Gerighty mengindikasikan harapan besar Ubisoft untuk mengulang kesuksesan The Division 1, yang saat pengumumannya menjadi perbincangan hangat dan mencatat penjualan fantastis. Mureks merangkum, tekanan untuk menghadirkan gim yang sukses sangat tinggi, terutama mengingat tantangan yang dihadapi Ubisoft belakangan ini.

Latar Belakang Waralaba dan Tantangan Ubisoft

The Division 1 pertama kali diumumkan pada E3 2013 dengan sebuah trailer yang menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan. Setelah beberapa kali penundaan, gim ini akhirnya dirilis pada 8 Maret 2016 dan berhasil memecahkan rekor penjualan untuk Ubisoft. Sekuelnya, The Division 2, menyusul pada tahun 2019, namun tidak mampu menciptakan gebrakan sebesar pendahulunya saat peluncuran.

Meskipun belum ada tanggal rilis pasti untuk The Division 3, Ubisoft diharapkan dapat memamerkan gim ini pada tahun 2026. Sementara itu, dukungan untuk The Division 2 terus berlanjut dengan berbagai pembaruan, dan sebuah tim di Paris sedang menyelesaikan pengembangan gim The Division versi seluler.

Namun, tidak semua proyek berjalan mulus. The Division Heartland, sebuah spin-off free-to-play yang mulai dikembangkan pada tahun 2020, dibatalkan pada tahun 2024.

Dua bulan lalu, Massive Entertainment juga memperkenalkan ‘program transisi karier sukarela’, yang pada dasarnya meminta staf untuk mengajukan diri agar diberhentikan. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi signifikan di Ubisoft yang mencakup penutupan beberapa studio dan gelombang PHK. Penjualan Star Wars Outlaws, gim lain dari Massive Entertainment yang dirilis pada tahun 2024, juga mengecewakan Ubisoft, meskipun biaya pengembangan dan pemasarannya tinggi.

Fokus Massive Entertainment kini adalah pada waralaba The Division dan mesin gim Snowdrop mereka, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi tantangan yang ada.

Mureks