Tren

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Ratusan Siswa Siap Tampil

dijadwalkan meresmikan 166 (SR) rintisan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026. Acara peresmian ini akan dimeriahkan oleh penampilan seni dari ratusan siswa SR yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dalam keterangan pers yang diterima di Banjarbaru pada Minggu (11/1), mengungkapkan bahwa para siswa tersebut datang dari sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, dan Jayapura. Mereka akan menampilkan beragam pertunjukan seperti paduan suara, teater, pidato, serta atraksi baris variasi.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Tidak hanya itu, siswa dari tiga Sekolah Rakyat yang berlokasi di Banjarbaru juga akan turut serta dalam pementasan. Mereka akan menyuguhkan paduan suara, yel-yel, senam anak sehat, dan kesenian khas Banjar, menambah semarak acara peluncuran program pendidikan ini.

Kementerian Sosial memilih Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, sebagai pusat peluncuran. Ribuan siswa Sekolah Rakyat lainnya juga akan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.

Saifullah Yusuf menyatakan harapannya agar Presiden Prabowo dapat hadir langsung. “Mudah-mudahan InsyaAllah rencananya begitu mohon do’anya. Kami mohon dengan hormat presiden bisa meresmikan secara langsung, ya,” ujar Saifullah.

Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan keluarga.

Peresmian ini menandai dimulainya operasional 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai wilayah. Catatan Mureks menunjukkan, sebaran lokasi tersebut meliputi 35 titik di Sumatera, 70 di Jawa, tujuh di Bali dan Nusa Tenggara, 13 di Kalimantan, 28 di Sulawesi, tujuh di Maluku, dan enam di Papua.

Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah aktif mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat, yang juga didukung oleh teknologi digital. Pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada tahun 2029. Target ini diharapkan dapat meningkatkan daya tampung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat perekonomian terendah, sesuai dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mureks