Regional

Presiden Prabowo: Koperasi Merah Putih ‘Jalan Ninja’ Wujudkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Presiden Prabowo Subianto meyakini koperasi menjadi “jalan ninja” pemerintah dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi delapan persen. Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, pemerataan ekonomi, serta pengentasan kemiskinan dari tingkat desa/kelurahan melalui semangat gotong royong.

Kopdes Merah Putih: Perwujudan Asta Cita

Kopdes/Kel Merah Putih merupakan perwujudan nyata Asta Cita keenam Presiden Prabowo. Program ini bertujuan memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, membangun ekonomi berdaulat, dan menciptakan kesejahteraan bersama. Inisiatif ini juga menyediakan akses layanan dasar seperti sembako, simpan pinjam, kesehatan, serta logistik bagi masyarakat desa.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Sebagai upaya komprehensif, Kopdes/Kel Merah Putih menargetkan pembentukan hingga 80 ribu koperasi di tingkat desa untuk memperkuat ketahanan pangan. Lembaga ini akan berperan menampung hasil pertanian masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan sesuai kebijakan pemerintah.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih menjadi salah satu dari “trisula pengentasan kemiskinan” di era pemerintahan Prabowo. “Senjata pertama adalah kesehatan, senjata kedua adalah pendidikan, dan senjata ketiga adalah sosial-ekonomi,” kata Hasan.

Ketiga “senjata” tersebut diwujudkan melalui Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Sekolah Rakyat, dan Kopdes Merah Putih. Program-program ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memastikan pemerataan kesejahteraan yang nyata.

Membangun Ekonomi dari Desa, Memangkas Rantai Pasok

Program Kopdes Merah Putih berfokus pada pembangunan ekonomi dari desa, menciptakan pemerataan, dan memerdekakan masyarakat dari kemiskinan. Sebanyak 13 kementerian dan dua badan, termasuk para gubernur, walikota/bupati, serta kepala desa, dilibatkan untuk menyukseskan program ini.

Dioperasikan melalui pendekatan inklusif, modern, dan berbasis gotong royong, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan ketahanan pangan, dan pada akhirnya mengurangi kemiskinan. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat menghilangkan praktik pinjaman online ilegal, tengkulak, dan rentenir yang selama ini menjerat masyarakat desa.

Selain itu, Kopdes Merah Putih berpotensi mendorong usaha lokal, memperpendek rantai distribusi, serta menyediakan akses terhadap sumber daya dan layanan yang dibutuhkan masyarakat desa. Koperasi ini mengedepankan kemakmuran dan kesejahteraan petani dengan menampung hasil produksi pertanian secara langsung, memangkas rantai pasok panjang yang menekan keuntungan petani. Rantai pasok yang lebih singkat juga menekan pergerakan tengkulak dan menguntungkan konsumen dengan harga yang lebih terjangkau.

Kopdes Merah Putih dikembangkan melalui tiga pendekatan utama:

  • Membangun koperasi baru.
  • Mengembangkan koperasi yang sudah ada.
  • Merevitalisasi koperasi.

Secara kelembagaan, Kopdes Merah Putih akan dilengkapi dengan kantor, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik dan apotek desa, cold storage, serta distribusi logistik. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan mempermudah masyarakat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Skema Pembiayaan dan Rencana Bank Koperasi Baru

Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) Ahmad Zabadi menjelaskan, skema pembiayaan Kopdes/Kel Merah Putih kini berubah menjadi investasi. Setiap koperasi akan tetap mendapatkan plafon pinjaman sebesar Rp3 miliar, yang terdiri dari modal investasi Rp2,5 miliar dan modal kerja Rp500 juta.

Pembiayaan tersebut akan disalurkan langsung oleh Bank Himbara kepada PT Agrinas Pangan Nusantara untuk pembangunan fisik gerai, gudang, serta kelengkapan Kopdes/Kel Merah Putih. Dengan demikian, koperasi tidak perlu lagi mengajukan proposal pinjaman untuk kebutuhan pembangunan gerai ke Bank Himbara.

Perubahan skema pembiayaan ini merupakan strategi pemerintah untuk mempercepat pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia, dengan target operasional menyeluruh pada Maret 2026.

Lebih lanjut, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan pemerintah tengah menjajaki pembentukan bank koperasi baru sebagai langkah memperluas akses permodalan dan pembiayaan sektor riil koperasi, sebagai pengembangan dari Kopdes Merah Putih. Ferry menjelaskan rencana ini dilakukan melalui skema patungan koperasi-koperasi, menyusul adanya penawaran dari sejumlah bank yang saat ini sedang dipelajari.

“Ada beberapa bank yang ditawarkan kepada kami. (Skemanya) Teman-teman dari koperasi bisa patungan (membeli saham bank). Kita akan lihat (nanti),” jelas Ferry, tanpa merinci jumlah maupun nama bank yang dimaksud, namun menegaskan proses penjajakan masih berlangsung.

Pemerintah juga akan mendorong LPDB Koperasi agar berperan lebih kuat dalam pembiayaan koperasi, seiring meningkatnya kebutuhan modal untuk mendukung Kopdes Merah Putih masuk ke sektor produksi, distribusi, logistik, dan pengelolaan gerai modern di tingkat desa. “Kita akan lipat gandakan kekuatan pembiayaan koperasi. LPDB pun akan kita dorong untuk menjadi lembaga pembiayaan yang jauh lebih kuat,” ujar Ferry.

Penguatan struktur pembiayaan koperasi dan pembentukan bank koperasi baru menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun 80 ribu Kopdes Merah Putih. Ini mencakup pembangunan gerai desa, apotek dan klinik desa, jaringan logistik, budi daya pangan, hingga pengembangan industri rumahan skala koperasi, selaras dengan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan berbasis koperasi sesuai Pasal 33 UUD 1945.

Progres Pembangunan dan Target Operasional

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono menyatakan, LPDB akan meningkatkan dukungan pembiayaan produktif bagi koperasi, khususnya untuk mendorong produksi barang kebutuhan sehari-hari yang akan mengisi gerai KDKMP. “Dengan koperasi yang solid dan memperoleh dukungan pembiayaan yang cukup, maka diharapkan program Koperasi Merah Putih dapat berjalan sesuai target,” kata Krisdianto.

LPDB mencatat sebanyak 82.707 KDKMP telah berbadan hukum. Pembangunan fisik gerai desa dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Agrinas Pangan Nusantara dan dukungan personel TNI. Krisdianto menambahkan, sebanyak 67 dari 75 koperasi mitra yang diundang telah hadir dan menyatakan komitmen mendukung program tersebut melalui pendampingan dan kemitraan usaha.

Menkop Ferry Juliantono menyampaikan, hingga kini sekitar 27 ribu Koperasi Desa/Kopdes Merah Putih telah selesai dibangun, dan 35 ribu lainnya siap untuk dibangun. “Akhir-akhir ini, kita kerja siang dan malam untuk terus menginventarisasi data. Setiap hari kita harus menginventarisir seribu titik,” kata Ferry.

Menurut Ferry, keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengatasi permasalahan yang dihadapi desa maupun kelurahan. Presiden menargetkan pembangunan fisik gudang, gerai, dan kelengkapan Kopdes Merah Putih ini selesai Maret 2026. “Presiden berharap keberadaan koperasi ini bisa menjadi alat penjualan di masyarakat dan perputaran uang di desa/kelurahan,” ucap Ferry.

Mureks