Internasional

Presiden Kolombia Gustavo Petro Jawab Tegas Ancaman Donald Trump, Sepakati Perbaikan Hubungan di Tengah Isu Narkotika

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengonfirmasi telah menjalin komunikasi telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (7/1). Keduanya sepakat untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat tegang, terutama di tengah isu penanganan narkotika dan ancaman yang dilontarkan Trump sebelumnya.

Petro mengungkapkan, percakapan telepon tersebut menandai “komunikasi pertama kalinya” antara kedua pemimpin setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden AS. “Saya menjalin kembali komunikasi untuk pertama kalinya,” kata Petro kepada para pendukungnya dalam sebuah pertemuan, Rabu (7/1), seperti dikutip CNN.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Menurut Petro, ia dan Trump bersepakat untuk kembali menjalin hubungan langsung, baik di tingkat kementerian luar negeri maupun kantor kepresidenan. Percakapan telepon antara Petro dan Trump itu sendiri berlangsung selama sekitar satu jam.

Pada hari yang sama, Trump juga mengonfirmasi percakapan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Trump mengatakan bahwa ia telah bertelepon dengan Petro usai insiden penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang merupakan sekutu dekat Petro. Sebelumnya, Trump mengancam Maduro akan bernasib sama jika tidak kooperatif.

Dalam unggahannya, Trump menyebut percakapan telepon dengan Petro berjalan cukup “baik” dan ia pun mengundang Petro untuk datang ke Gedung Putih. “Merupakan sebuah kehormatan untuk bicara dengan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, untuk menjelaskan situasi terkait narkotika dan perbedaan pendapat lain yang kami miliki. Saya mengapresiasi telepon dan nada bicaranya, dan berharap dapat bertemu dengannya dalam waktu dekat,” tulis Trump, seperti dikutip Reuters.

Mureks mencatat bahwa hubungan antara Trump dan Petro memang tidak harmonis sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden AS. Trump baru-baru ini mengancam akan menyerang Kolombia seperti yang dilakukannya terhadap Venezuela pekan lalu, apabila Petro tidak segera mengatasi masalah narkoba di negaranya.

Di sisi lain, Petro juga kerap melontarkan kritik keras terhadap Trump. Presiden Kolombia itu menilai Trump terlibat dalam genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang semakin memperkeruh hubungan kedua negara sebelum adanya komunikasi terbaru ini.

Mureks