Tren

Presiden Ekuador Daniel Noboa Umumkan Keadaan Darurat 60 Hari di 9 Provinsi dan 3 Kota Akibat Kekerasan Kriminal

QUITO – Presiden Ekuador Daniel Noboa mendeklarasikan “keadaan darurat” baru selama 60 hari di sembilan provinsi dan tiga kota. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan kekerasan kriminal yang telah menyebabkan kekacauan internal serius di negara tersebut, berlaku efektif sejak Kamis, 1 Januari 2026.

Dekret yang ditandatangani Presiden Noboa pada Rabu, 31 Desember 2025, ini mencakup Provinsi Guayas, Manabi, Santa Elena, Los Rios, El Oro, dan Esmeraldas di wilayah pesisir Ekuador. Selain itu, Provinsi Pichincha dan Santo Domingo di Ekuador tengah-utara, serta Provinsi Sucumbios di kawasan Amazon juga termasuk dalam cakupan.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Tiga kota yang turut diberlakukan status darurat adalah La Mana di Provinsi Cotopaxi, Ekuador tengah, serta kota Las Naves dan Echeandia di Provinsi Bolivar yang berada di kawasan Andes.

Tujuan Keadaan Darurat

Presiden Noboa menjelaskan bahwa dekret 60 hari ini bertujuan untuk “mencegah dan mengurangi tindak kekerasan dengan intensitas tinggi, menetralkan ancaman yang sedang berlangsung dan yang akan muncul, serta membongkar struktur kriminal.” Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menanggulangi ancaman keamanan.

Kondisi keamanan di Ekuador memang memprihatinkan. Menurut laporan dari Kepolisian Nasional Ekuador, Mureks mencatat bahwa sebanyak 1.232 korban pembunuhan yang disengaja tercatat di sembilan provinsi yang disebutkan (Guayas, Los Rios, Manabi, El Oro, Pichincha, Esmeraldas, Santa Elena, Santo Domingo, dan Sucumbios) dalam periode 1 November hingga 23 Desember 2025.

Mureks