Internasional

Prabowo: “Kita 1 Tahun Capai 55 Juta Penerima Makan Bergizi, Kalahkan Brasil”

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan program makan bergizi gratis (MBG) yang telah menjangkau 55 juta penerima di seluruh Indonesia dalam kurun waktu satu tahun. Capaian ini disebut Prabowo melampaui negara lain seperti Brasil yang membutuhkan waktu lebih lama untuk program serupa.

Capaian MBG Lampaui Target di Brasil

Dalam sambutan pembukaan retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026), Presiden Prabowo merinci bahwa 55 juta penerima tersebut terdiri dari anak-anak dan ibu hamil. Menurutnya, angka ini sangat membanggakan jika dibandingkan dengan implementasi program serupa di Brasil.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

“55 juta anak-anak Indonesia menerima makan, tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil. Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brasil. Presiden Brasil sampaikan ke saya butuh 11 tahun untuk capai 40 juta. Kita 1 tahun mencapai 55 juta,” papar Prabowo.

Mureks mencatat bahwa perbandingan ini menyoroti efisiensi dan kecepatan implementasi program MBG di Indonesia dalam menjangkau kelompok rentan.

Latar Belakang dan Prioritas Program Gizi

Sebelumnya, Prabowo juga telah menyampaikan kesuksesan program ini dalam Perayaan Natal Nasional pada Senin (5/1/2026). Ia menjelaskan latar belakang penerapan program MBG yang didasari oleh kajian dan studi kebijakan ke berbagai negara.

Salah satu negara yang menjadi rujukan adalah India, yang memprioritaskan anggaran negara untuk program makan bergizi bagi kelompok rentan. “Saya keliling dunia, saya belajar. Saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa dampak ekonomi bukanlah tujuan utama dari program MBG. Baginya, prioritas utama adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Saya tidak mengejar itu (dampak ekonomi). Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” pungkasnya.

Mureks