Teknologi

PNY Rilis GPU NVIDIA RTX 50-Series Berukuran Ramping di Tengah Lonjakan Harga Komponen PC

Produsen perangkat keras PNY mengumumkan peluncuran kartu grafis NVIDIA RTX 50-series model “Slim” yang dirancang khusus untuk perakitan PC berukuran kecil (small form factor). Inovasi ini hadir di tengah kondisi pasar komponen PC yang kian mahal, terutama akibat lonjakan permintaan terkait kecerdasan buatan (AI).

Ketiga varian kartu grafis terbaru ini, meliputi RTX 5070, 5070 Ti, dan 5080, hadir dengan desain dua slot dan dilengkapi sepasang kipas 120mm untuk pendinginan. Desain ringkas ini memungkinkan bahkan model terbesar, RTX 5080, memiliki panjang hanya 300mm (11,8 inci). Ukuran ini membuatnya sangat cocok untuk casing PC media seperti Fractal Ridge, menawarkan fleksibilitas bagi para perakit PC.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Secara teknis, desain referensi NVIDIA untuk 5070 dan 5080 juga merupakan solusi dual-slot. Namun, sebagian besar mitra manufaktur NVIDIA cenderung memproduksi varian dua setengah atau tiga slot. Dengan tidak adanya versi Founders Edition untuk 5070 Ti dari NVIDIA, desain baru PNY ini diperkirakan akan menarik minat besar di kalangan penggemar PC.

PNY menyatakan bahwa kartu grafis baru ini akan tersedia pada bulan Februari 2026, dengan rencana menawarkan versi standar dan overclocked untuk ketiga model. Namun, PNY belum membagikan detail harga secara spesifik.

Ketiadaan informasi harga ini kemungkinan besar berkaitan dengan kondisi industri PC secara keseluruhan saat ini. Menurut Mureks, harga sebagian besar kit RAM telah melonjak dua hingga tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir akibat booming AI. Hal ini membuat perakitan komputer baru menjadi sangat mahal, dan semua indikasi menunjukkan bahwa harga GPU juga akan semakin meningkat pada tahun 2026.

Krisis memori ini bahkan begitu parah sehingga NVIDIA dilaporkan berencana untuk menghidupkan kembali RTX 3060, GPU yang dirilis pada tahun 2021, sebagai solusi sementara untuk mengisi kekosongan pasar.

Mureks