Teknologi

Akuisisi Manus oleh Meta Senilai $2 Miliar Picu Kekhawatiran Regulator Tiongkok Terkait Undang-Undang Ekspor

Akuisisi perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Singapura, Manus, oleh raksasa teknologi Meta senilai 2 miliar dolar AS tengah menjadi sorotan. Regulator Tiongkok dikabarkan sedang menyelidiki kesepakatan ini karena kekhawatiran terkait potensi pelanggaran undang-undang kontrol ekspor.

Menurut laporan Financial Times, penyelidikan regulator Tiongkok berfokus pada apakah akuisisi tersebut melanggar undang-undang kontrol ekspor dan apakah Manus memerlukan lisensi ekspor saat memindahkan operasionalnya dari Tiongkok ke Singapura. Manus, meskipun berbasis di Singapura, didirikan oleh warga Tiongkok.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Jika terbukti bahwa lisensi ekspor diperlukan, kesepakatan akuisisi ini berpotensi tertunda atau bahkan dibatalkan sepenuhnya. Laporan juga merinci bahwa para pendiri Manus dapat menghadapi tuntutan pidana jika mereka terbukti mengekspor teknologi tanpa otorisasi yang benar.

Kasus ini muncul di tengah maraknya istilah ‘Singapore washing‘, sebuah tren di mana perusahaan-perusahaan relokasi, seringkali sebelum kesepakatan akuisisi, untuk menghindari pengawasan geopolitik. Jika tren ini terus berlanjut, Mureks mencatat bahwa hal tersebut dapat mendorong lebih banyak startup Tiongkok untuk pindah ke luar negeri.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan yang diumumkan pada Desember 2024, Manus akan terus beroperasi dan menjual langganan melalui aplikasi serta situs webnya, dengan tetap berbasis di Singapura. CEO Manus, Xiao Hong, menyatakan, “Bergabung dengan Meta memungkinkan kami membangun fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan tanpa mengubah cara kerja Manus atau bagaimana keputusan dibuat.”

Meta sendiri menekankan besarnya peluang dari akuisisi ini. Manus telah memproses lebih dari 147 triliun token dan menciptakan lebih dari 80 juta komputer virtual. Integrasi ini akan membuka akses Meta terhadap keahlian Manus untuk mempercepat pengembangan agen AI serbaguna, yang akan meningkatkan portofolio AI Meta.

Meskipun ada ketidakpastian regulasi dari Tiongkok, sejauh ini belum ada tanda-tanda penolakan dari pihak Amerika Serikat.

Referensi penulisan: www.techradar.com

Mureks