Teknologi

ICO Inggris Prediksi Asisten AI Mandiri Jadi Kenyataan dalam Lima Tahun Mendatang

Kantor Komisioner Informasi Inggris (ICO), lembaga pengawas perlindungan data dan privasi di Britania Raya, memprediksi bahwa masyarakat akan memiliki asisten belanja pribadi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Asisten AI ini tidak hanya akan menunggu perintah, melainkan mampu bertindak secara mandiri.

Teknologi yang dikenal sebagai Agentic AI ini, menurut Direktur Eksekutif Regulasi dan Inovasi di ICO, William Malcolm, memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan secara otonom. AI jenis ini dirancang untuk mempelajari kebiasaan pengguna, memahami kebutuhan belanja, mulai dari pembelian barang sehari-hari, pemesanan tiket pesawat, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

“Agen AI pribadi kami dapat membayar barang, memesan tiket penerbangan, serta mengelola keuangan rumah tangga,” kata Malcolm, seperti dikutip dari The Standard pada Kamis (08/01/2026).

Regulator tersebut menjelaskan bahwa kemampuan AI agen untuk mengantisipasi kebutuhan belanja tanpa perlu diminta akan memungkinkan konsumen mengandalkan AI dalam merencanakan anggaran bulanan. Selain itu, AI juga dapat menjadwalkan pembelian pada saat program diskon berlangsung. Laporan yang dipantau Mureks juga menunjukkan potensi perluasan AI berbasis agen ke ranah pengambilan keputusan keuangan, di mana AI dapat mencari opsi pembiayaan yang disesuaikan dan menyajikannya untuk persetujuan pengguna.

Meski menawarkan berbagai kemudahan, ICO mengingatkan bahwa perlindungan privasi data tetap menjadi prioritas utama. Semakin canggih AI, semakin besar pula volume data pribadi yang digunakan, sehingga risiko penyalahgunaan data berpotensi meningkat.

Kekhawatiran ini semakin mencuat setelah insiden chatbot Grok milik Elon Musk yang sempat menuai sorotan publik karena menghasilkan gambar tidak senonoh. Peristiwa tersebut, menurut Mureks, menegaskan kembali pentingnya keselamatan pribadi dan pengawasan ketat seiring dengan peningkatan kemampuan teknologi AI.

Malcolm menegaskan bahwa sistem perlindungan data yang kuat sangat esensial untuk menjaga keamanan informasi pribadi masyarakat dan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap teknologi AI.

“Fondasi perlindungan data yang kuat dapat membantu membangun kepercayaan publik serta mempercepat dan mengamankan adopsi AI,” ujarnya.

Dalam laporan Tech Feature, ICO menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar perlindungan data dapat menjadi faktor pembeda di pasar bagi perusahaan yang meluncurkan agen AI. Lembaga pengawas ini juga menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan AI hingga tahun 2026 serta bekerja sama dengan para pengembang guna memperjelas kewajiban hukum mereka, memastikan konsumen merasa yakin bahwa data pribadi mereka terlindungi dengan semestinya.

Mureks