Penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada akhir pekan lalu memicu kehebohan di jagat maya dan perhatian serius dari pasar keuangan global. Peristiwa ini mengingatkan pada penyingkiran diktator Amerika Selatan lainnya, Manuel Noriega, dari kekuasaan pada periode 1989-1990.
Mureks mencatat bahwa secara historis, pasar ekuitas menunjukkan reaksi terbatas dan tidak berkelanjutan selama episode Noriega. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan rezim geopolitik mungkin sudah diperhitungkan oleh pasar. Harga minyak sempat bereaksi singkat terkait risiko di sekitar Terusan Panama kala itu, namun kembali normal karena gangguan pasokan yang dikhawatirkan tidak terwujud.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Perbedaan Struktural Venezuela dan Potensi Dampak Harga Minyak
Situasi Venezuela saat ini memiliki perbedaan struktural yang signifikan dibandingkan kasus Noriega. Potensi pemulihan pasokan minyak di masa depan dari Venezuela justru dapat menekan harga minyak mentah, alih-alih membatasi pasokan seperti kekhawatiran di masa lalu.
Analis pasar, Brett Ashcroft Green, seorang CERTIFIED FINANCIAL PLANNERâ„¢, menjelaskan bahwa penangkapan seorang diktator di Amerika Selatan bukanlah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pengalaman dari kasus Noriega memberikan perspektif penting bagi investor.
Dalam konteks ini, penyaringan kuantitatif menunjukkan preferensi terhadap perusahaan penyulingan besar dan perusahaan minyak terintegrasi utama. Sektor ini berpotensi mendapatkan keuntungan dari peningkatan pasokan dan biaya bahan baku yang lebih rendah. Perusahaan seperti Exxon Mobil (XOM), Chevron (CVX), Valero Energy (VLO), Phillips 66 (PSX), dan Shell (SHEL) mungkin akan menjadi perhatian investor.






