JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan segera memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang terbengkalai di sejumlah titik ibu kota. Proses ini dijadwalkan akan dimulai pada pekan depan, dengan fokus awal di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Selain Kuningan, kawasan Senayan juga masuk dalam daftar lokasi pembongkaran. Tiang-tiang monorel yang selama ini berdiri mangkrak di sepanjang Jalan Asia Afrika dipastikan akan ditangani dalam rangkaian proyek yang sama.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menjelaskan bahwa kawasan Senayan memang termasuk dalam rencana besar penertiban infrastruktur monorel yang telah lama terbengkalai. Namun, waktu pelaksanaan pembongkaran di Senayan masih akan ditentukan kemudian.
“Tiang-tiang di kawasan Senayan, sepanjang Jalan Asia Afrika, juga termasuk dalam rencana pembongkaran ini, waktunya nanti ditentukan lagi,” kata Chico Hakim kepada wartawan pada Rabu (7/1/2026).
Chico menambahkan, hingga saat ini belum ada keputusan eksplisit apakah pembongkaran akan dilakukan secara serentak untuk semua tiang atau secara bertahap. Mekanisme teknis masih dalam kajian mendalam, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pekerja dan kondisi lalu lintas di lapangan.
“Belum ada detail eksplisit apakah dilakukan sekaligus semua tiang atau bertahap,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel tidak akan disertai penutupan jalan secara total. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak kemacetan, khususnya di ruas-ruas utama ibu kota yang padat kendaraan. Mureks mencatat bahwa kebijakan ini penting untuk menjaga kelancaran aktivitas warga.
“Yang pasti tidak akan ada penutupan jalan total untuk menghindari gangguan signifikan,” kata Chico.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah melakukan koordinasi ketat dengan Dinas Bina Marga. Pengaturan lalu lintas disiapkan secara matang agar aktivitas pembongkaran dapat berjalan beriringan dengan arus kendaraan.
“Dishub Pemprov DKI memastikan pembongkaran dilakukan tanpa penutupan jalan, dengan koordinasi ketat dari Dinas Bina Marga,” imbuhnya.
Chico juga menambahkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pekerjaan pembongkaran infrastruktur dapat dilakukan tanpa harus menghentikan arus lalu lintas. Skema pengaturan di lapangan akan disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing lokasi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyampaikan bahwa pembongkaran tiang monorel akan dimulai pada minggu ketiga Januari 2026. Proses tersebut direncanakan berlangsung pada hari Selasa atau Rabu.
“Pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan, dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan,” kata Pramono Anung di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/1).






