Mencari suku cadang mobil matik, khususnya untuk model-model lawas, kini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik kendaraan. Kelangkaan komponen di pasaran membuat bengkel spesialis yang mengedepankan kepercayaan pelanggan menjadi tumpuan utama. Bukan lagi soal melimpahnya stok di gudang, melainkan kemampuan menemukan solusi di tengah keterbatasan.
Salah satu bengkel yang tetap dicari adalah Dua Sekawan Sulaeman di Jakarta Barat. Menurut Agus, pengelola bengkel tersebut, fokus utama mereka sejak awal memang pada transmisi matik. Namun, seiring berjalannya waktu, ketersediaan spare part semakin terbatas, terutama setelah pemilik lama meninggal dunia dan aktivitas bongkaran besar dihentikan.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Strategi Bertahan di Tengah Keterbatasan
Agus menjelaskan bahwa saat ini, operasional bengkel lebih banyak berfokus pada servis transmisi matik. Stok suku cadang yang ada dihabiskan, dan jika tidak tersedia, mereka akan mencarikannya melalui rekanan. “Sekarang kami memang lebih ke servis transmisi matik saja. Spare part tinggal menghabiskan stok yang ada. Kalau tidak ada, ya kami carikan lewat rekanan. Di sini banyak part seken atau copotan yang berkualitas,” kata Agus saat ditemui pada Jumat (9/1/2026).
Kepercayaan menjadi faktor krusial dalam proses pencarian suku cadang. Agus mengaku tidak sembarangan mencarikan barang, terutama untuk pelanggan yang belum dikenal, mengingat risiko kualitas part copotan yang tinggi jika sumbernya tidak jelas. “Kalau sudah kenal, sudah lama, pasti saya carikan. Kita jaga nama baik. Kalau barangnya jelek, nanti kepercayaan hilang,” tegasnya.
Dalam ringkasan Mureks, Dua Sekawan Sulaeman dikenal piawai menangani transmisi otomatis konvensional (AT). Bengkel ini kerap menjadi rujukan bagi pemilik mobil-mobil Jepang berjenis sedan keluaran lama hingga sekitar tahun 2015. Agus menilai, transmisi matik model lama cenderung lebih kuat dan masih memungkinkan untuk diperbaiki, berbeda dengan transmisi jenis CVT yang sangat bergantung pada komponen presisi.
Jejaring dan Reputasi sebagai Modal Utama
Meskipun stok barang kini sudah jarang, bahkan ada yang akhirnya dijual kiloan, Agus tetap mengandalkan jejaring lama yang dahulu dikenal sebagai pusat peredaran berbagai komponen mobil, mulai dari transmisi hingga mesin. “Sekarang barang sudah jarang, ada yang tinggal satu dua. Ada juga yang akhirnya dijual kiloan. Tapi kepercayaan itu masih terus kita jaga ya, karena dari situ orang masih datang dan minta tolong dicarikan,” ujarnya.
Agus menegaskan bahwa reputasi dan hubungan baik dengan pelanggan telah menjadi aset utama bengkel untuk terus bertahan di tengah kondisi pasar yang terus berubah. Nama baik justru menjadi modal paling berharga di dunia servis transmisi matik.






