Tren

Pemprov DKI Jakarta Targetkan Penataan Kawasan Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan Kota Tua Mulai Pertengahan 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan rencana penataan besar-besaran untuk sejumlah kawasan ikonik di Ibu Kota, meliputi Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan Kota Tua. Proyek revitalisasi ini ditargetkan akan dimulai pada pertengahan tahun 2026.

“Jadi, di pertengahan tahun ini, kita rapikan dan kita kerjakan untuk Pasar Baru, Glodok, Pecinan dan Kota Tua,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (08/1).

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Meski demikian, Pramono menjelaskan bahwa revitalisasi Pasar Baru secara khusus belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Prioritas Pemprov DKI Jakarta saat ini masih terfokus pada penyelesaian pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT).

“Sekarang ini kan konsentrasi kita sedang menyelesaikan untuk MRT. Mungkin, kalau nggak minggu-minggu ini atau minggu depan, kita akan mulai groundbreaking untuk MRT yang ada di Duta Merlin,” ujar Pramono, merujuk pada dimulainya pembangunan fase baru MRT.

Sebelumnya, pada Juni 2025, Gubernur Pramono Anung sempat meninjau langsung kondisi Pasar Baru. Kala itu, ia telah menyatakan bahwa kawasan tersebut akan direvitalisasi secara komprehensif. Pemprov DKI berambisi mengubah Pasar Baru yang kini cenderung sepi pengunjung menjadi destinasi yang kembali ramai, meniru keberhasilan penataan kawasan Blok M.

“Setelah Blok M berhasil kita benahi dan kini ramai kembali, giliran Pasar Baru yang akan kita revitalisasi,” tutur Pramono, menegaskan komitmen Pemprov.

Berdasarkan pantauan Mureks, kondisi Pasar Baru saat ini masih menampilkan kesan “jadul” atau kuno dan belum tertata dengan baik. Hal ini terlihat dari hiasan visual hingga infrastruktur pendukung yang kurang memadai. Pramono menyoroti perlunya penataan menyeluruh, termasuk aspek transportasi, area parkir, serta kebersihan sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Salah satu konsep utama dalam revitalisasi ini adalah menjadikan Pasar Baru sebagai pusat oleh-oleh khas Jakarta sekaligus destinasi wisata belanja. Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Gedung Kesenian Jakarta, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Istana Kepresidenan, dinilai sangat ideal untuk dihidupkan kembali sebagai pusat keramaian.

Untuk mendukung kemudahan aksesibilitas, Pemprov DKI Jakarta berencana membuka trayek baru Transjakarta. Rute-rute ini akan mencakup koneksi dari Blok M dan Tebet menuju Pasar Baru, serta rute-rute strategis lainnya di dalam kota.

Terkait pendanaan, Pramono menyebutkan bahwa proyek revitalisasi ini tidak akan sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pemprov DKI akan mengupayakan kolaborasi dengan berbagai pihak dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk gedung parkir milik Pemprov DKI yang selama ini belum dimaksimalkan potensinya.

Mureks