NATUNA, Mureks – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya untuk memprioritaskan pembelian hasil pertanian lokal. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, menjelaskan bahwa pemanfaatan produk lokal dalam skema MBG menciptakan kepastian serapan bagi petani. Selain itu, kebijakan ini juga memangkas rantai distribusi yang panjang, serta menjaga kesegaran dan kualitas bahan pangan yang disajikan.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menurut Wan Syazali, Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak berganda bagi sektor pertanian dan perekonomian daerah. Hal ini sejalan dengan tujuan Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Program MBG ini diharapkan memberikan dampak berlapis. Selain meningkatkan asupan gizi, juga mendorong peningkatan pendapatan petani melalui penyerapan hasil pertanian lokal,” tegas Wan Syazali di Natuna, Rabu (7/1).
Pemkab Natuna secara aktif mendorong SPPG untuk menyerap berbagai komoditas pertanian lokal. Mureks mencatat bahwa komoditas yang dimaksud meliputi sayur-mayur, telur, hingga produk hortikultura lainnya yang dihasilkan oleh petani setempat.
Saat ini, lima SPPG telah beroperasi di Kabupaten Natuna, dan jumlah ini diproyeksikan akan terus bertambah hingga mencapai 26 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Wan Syazali menyarankan agar SPPG menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan para petani lokal.
“Dengan jumlah SPPG yang akan terus bertambah, tentu kebutuhan bahan pangan juga meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk memasok kebutuhan program MBG,” ujarnya, menekankan potensi pasar yang besar bagi petani.
DKPP Natuna menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi koordinasi antara petani, kelompok tani, dan pengelola SPPG. Tujuannya adalah memastikan rantai pasok pangan lokal dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
“Harapannya, program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Natuna secara menyeluruh,” pungkas Wan Syazali, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap keberhasilan program ini.






