Pemerintah Kabupaten Bekasi mengerahkan 10 armada pengangkut sampah untuk membersihkan tumpukan sekitar 157 ton sampah di Crossing KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, Desa Lambangsari. Upaya ini dilakukan menyusul arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar penanganan sampah segera dilakukan.
Sampah-sampah yang menumpuk di pinggir tol tersebut akan diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu di Kota Bekasi. Selain 10 armada dari Pemkab Bekasi, penanganan ini juga akan dibantu oleh 4 armada dari pemerintah provinsi.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Penanganan Cepat Atas Arahan Gubernur
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menjelaskan bahwa pengerahan armada ini merupakan respons cepat terhadap kondisi di lapangan. “Kami sudah menyiapkan 10 armada untuk mengangkut sekitar 157 ton sampah yang berada di pinggir tol, yang juga akan dibantu armada dari provinsi sebanyak 4 armada. Pengangkutan ini akan dilakukan sesuai arahan Gubernur agar segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” kata Endin.
Pernyataan tersebut disampaikan Endin usai mendampingi Gubernur Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi tumpukan sampah pada Kamis, 8 Januari 2026. Kunjungan tersebut menyoroti urgensi penanganan masalah sampah yang terus menjadi perhatian.
Isu Strategis dan Sinergi Lintas Wilayah
Endin Samsudin menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu strategis yang tidak hanya dihadapi oleh Kabupaten Bekasi, tetapi juga Kota Bekasi. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari keterkaitan wilayah hulu dan hilir dalam sistem pengelolaan limbah.
“Kabupaten Bekasi berada di wilayah hilir, sehingga dampak persampahan sangat terasa. Oleh karena itu, persoalan ini harus dilihat sebagai masalah bersama antara Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Provinsi Jawa Barat,” jelas Endin, sebagaimana catatan Mureks dari situs web resmi Pemkab Bekasi.
Untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh dan berkelanjutan, Sekda Endin menekankan pentingnya sinergitas, kolaborasi, dan komitmen berkelanjutan. Ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, provinsi, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Sinergitas dan kerja sama harus terus diperkuat. Harapannya, tidak ada lagi tumpukan sampah di Kabupaten Bekasi dan persoalan ini bisa kita selesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya, berharap tumpukan sampah di wilayah tersebut dapat teratasi tuntas.






