Pemerintah Republik Indonesia (RI) menyatakan penolakan dan kecaman tegas terhadap segala bentuk intimidasi serta teror yang menyasar warga negara, termasuk para konten kreator yang aktif menyampaikan kritik. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menyusul serangkaian ancaman yang dialami sejumlah pemengaruh.
Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya Pasal 28E ayat (3). “Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman atau teror terhadap warga negara termasuk terhadap konten kreator, aktivis maupun siapa pun yang menyampaikan kritik,” ujar Angga dalam keterangan yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Jumat (2/1).
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Ia menambahkan, “Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang.”
Serangan Terhadap Konten Kreator
Beberapa konten kreator yang menjadi korban teror antara lain Ramon Dony Adam atau DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi. Mureks mencatat bahwa insiden ini terjadi setelah para pemengaruh tersebut menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana di Aceh dan Sumatera oleh pemerintah.
DJ Donny melaporkan dua insiden teror di kediamannya. Pertama, pada Senin (29/12), ia menerima kiriman bangkai ayam. Kedua, pada Rabu (31/12) dini hari, kamera pengawas (CCTV) merekam upaya pelemparan molotov ke rumahnya.
“Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12).
Selain teror fisik, DJ Donny juga mengaku sering menerima ancaman melalui telepon dan pesan di media sosial. Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga mengancam keamanan keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Senada dengan DJ Donny, Sherly Annavita mendapati mobilnya dicoret-coret oleh orang tak dikenal. Sementara itu, Chiki Fawzi mengalami ancaman digital yang menargetkan akun-akunnya.






