Tren

Pemerintah Kaltim Pastikan PLTS Terpusat Beroperasi Penuh di Desa Terpencil Mahakam Ulu

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan terwujudnya kemandirian energi bagi masyarakat di wilayah terpencil dan pelosok Kabupaten Mahakam Ulu. Hal ini diwujudkan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat yang kini berfungsi andal, menurut pantauan Mureks.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi untuk memastikan sistem pembangkit berfungsi optimal. “Kami telah meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan sistem pembangkit berfungsi andal dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat desa secara berkelanjutan,” kata Bambang di Samarinda, Kamis (8/1).

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

PLTS: Solusi Energi Bersih dan Berkelanjutan

PLTS menawarkan sumber energi bersih yang tak terbatas, menjadi solusi vital untuk kemandirian energi dan kelestarian planet. Teknologi ini secara signifikan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, menghemat biaya listrik jangka panjang, serta membantu mencapai target keberlanjutan lingkungan dengan menurunkan emisi gas rumah kaca. Mureks mencatat bahwa PLTS tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara selama operasi, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dan menjaga kesehatan manusia.

Dinas ESDM Kaltim baru saja merampungkan kegiatan monitoring dan evaluasi teknis terhadap infrastruktur energi baru terbarukan tersebut di Desa Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu. Infrastruktur pembangkit ramah lingkungan ini dibangun dengan kapasitas terpasang sebesar 60,8 kWp yang didukung oleh inverter berkapasitas 50 kW.

“Guna menjamin ketersediaan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam, sistem PLTS ini dilengkapi dengan baterai penyimpanan daya berkapasitas 576 kWh,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang secara presisi untuk menghasilkan produksi energi harian rata-rata sebesar 243 kWh. Jumlah produksi energi ini dipastikan surplus karena melampaui rata-rata kebutuhan energi harian masyarakat setempat yang tercatat sebesar 85 kWh.

Dampak Positif bagi Masyarakat Desa

“Saat ini, energi listrik yang dihasilkan telah dimanfaatkan untuk melayani 107 sambungan listrik yang terdiri dari rumah tinggal warga dan berbagai fasilitas umum desa,” papar Bambang. Selain kebutuhan rumah tangga, kehadiran PLTS ini juga mendukung aspek keamanan desa melalui pengoperasian 45 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menerangi jalanan kampung.

Tetua Kampung Batoq Kelo, Antonius Legiu, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran listrik 24 jam ini. “Awalnya di desa kami penerangan sebagian hanya menggunakan generator dan sebagian lagi hanya dengan lampu tembok, namun sekarang kami bisa menikmati listrik melalui PLTS Terpusat,” ujar Antonius.

Ia berharap ketersediaan energi listrik yang stabil ini dapat menjadi pembuka jalan bagi masuknya fasilitas kebutuhan dasar lain yang belum memadai di desanya.

Mureks