Pemerintah India melayangkan peringatan keras kepada platform media sosial X milik Elon Musk. Melalui Kementerian Teknologi Informasi, India secara resmi memerintahkan X untuk segera merombak sistem chatbot AI mereka, Grok, menyusul temuan konten tidak senonoh yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.
Ultimatum 72 Jam dan Ancaman Kehilangan Status Safe Harbor
Langkah tegas ini diambil setelah gelombang laporan dari pengguna hingga anggota parlemen yang menemukan penyalahgunaan Grok. Chatbot AI itu diduga kuat telah digunakan untuk memproduksi konten yang menjurus pada ketelanjangan, seksualisasi, hingga eksploitasi anak, termasuk manipulasi gambar perempuan secara digital yang melanggar norma dan hukum.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Dikutip dari Techcrunch pada Senin (5/1/2026), teguran ini bukan sekadar imbauan biasa. X hanya diberi waktu sempit selama 72 jam untuk memberikan laporan pertanggungjawaban yang mendalam. Kementerian menuntut platform tersebut memperketat pengamanan agar fitur AI mereka tidak lagi menghasilkan konten semacam itu.
Jika Musk dan timnya gagal memenuhi standar keamanan ini, X terancam kehilangan status safe harbor mereka di India. Status tersebut merupakan tameng hukum vital yang selama ini melindungi platform dari tanggung jawab pidana atas konten yang diunggah oleh penggunanya.
Konten Manipulasi AI Masih Bisa Diakses
Aksi bersih-bersih ini dipicu oleh temuan meresahkan yang sempat viral, di mana pengguna memanipulasi Grok untuk mengubah foto asli menjadi gambar vulgar. Meski X sempat berkilah bahwa munculnya konten eksplisit yang melibatkan anak di bawah umur adalah sebuah kelalaian teknis, namun kenyataan di lapangan berkata lain.
Hingga berita ini dipublikasikan, pantauan Mureks mencatat bahwa laporan TechCrunch menemukan gambar-gambar hasil manipulasi AI tersebut masih bisa diakses dengan mudah di lini masa X. Hal ini tentu saja menambah ketegangan antara pemerintah India dan raksasa media sosial tersebut.
India Soroti Tanggung Jawab Platform Digital
Situasi ini semakin memanas karena sebelumnya pemerintah India sudah mengingatkan seluruh platform digital untuk tidak main-main dengan hukum setempat. Mereka menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan konten seksual adalah harga mati bagi perusahaan yang ingin tetap beroperasi dengan aman.
India kini menjadi sorotan dunia sebagai negara yang paling berani menekan raksasa teknologi agar bertanggung jawab penuh atas dampak sosial dari inovasi AI mereka. Ini menjadi sinyal kuat bagi perusahaan teknologi global bahwa era kebebasan AI tanpa filter ketat kini mulai menemui jalan buntu.
Ironisnya, tekanan ini datang saat Grok justru sedang naik daun sebagai alat cek fakta dan sumber informasi real-time bagi pengguna X. Posisi Grok yang semakin dominan dalam diskursus publik dan politik membuatnya jauh lebih sensitif dibandingkan alat AI lainnya.
Di sisi lain, perselisihan hukum antara Musk dan pemerintah India terkait sensor konten masih terus bergulir di pengadilan. Hingga saat ini, pihak X maupun xAI masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman sanksi hukum yang kian nyata di depan mata.






