Sebanyak 11 atlet Persatuan Tarung Campuran Indonesia (Pertacami) akan berjuang dalam ajang kualifikasi Asian Games 2026. Pengurus Besar (PB) Pertacami menargetkan hasil maksimal, yakni meloloskan sebanyak mungkin atlet di nomor-nomor potensial.
Ajang kualifikasi multievent Asia ini bertajuk 3rd AMMA Championships 2026, yang akan diselenggarakan di Luzhou, China, mulai 9 hingga 11 Januari 2026. PB Pertacami telah menyiapkan atlet-atlet terbaiknya demi meraih hasil optimal.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Daftar Atlet Unggulan Indonesia
Para atlet yang akan berlaga terbagi dalam dua disiplin utama:
- Traditional MMA:
- Alfiandi (60kg)
- Eugene Darrien Djubair (65kg)
- Delvi Nurfadilah (49kg)
- Dwi Ani Retno Wulan (54kg)
- Yusni Nurhayati Hutasoit (60kg)
- Modern MMA:
- Riswan Efendi Hutabalian (56kg)
- Jon Setiawan Saragih (60kg)
- Albert (65kg)
- Novia Pesik (49kg)
- Vallensia Fahira Hotmauli (54kg)
- Maydelse Sitepu (60kg)
Optimisme PB Pertacami dan Perjalanan Menuju Olimpiade
Ketua Umum PB Pertacami sekaligus Presiden GAMMA (Global Association of Mix Martial Arts), Tommy Paulus Hermawan, menjelaskan bahwa pemilihan atlet didasarkan pada seleksi ketat. Seleksi ini mempertimbangkan performa teknis, kesiapan fisik, serta pengalaman bertanding di level internasional.
“Setelah melewati uji coba pada SEA Games 2025, Asian Games mendatang merupakan panggung multievent yang penting dalam kaitannya dengan perjalanan cabang olahraga MMA menuju pengakuan IOC (International Olympic Committee),” kata Tommy dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Tommy menambahkan, “Kami membawa atlet-atlet yang sudah memiliki rekam jejak kuat di kejuaraan dunia. Kami optimistis bisa membawa pulang prestasi terbaik dan mengharumkan Indonesia.”
Mureks mencatat bahwa masuknya MMA ke dalam Asian Games bukan sekadar debut cabang olahraga. Ini merupakan pengakuan atas perkembangan MMA sebagai disiplin olahraga kompetitif yang terstruktur dan berstandar olimpiade. Asian Games menjadi panggung krusial untuk menunjukkan kesiapan MMA Asia bersaing di level multi-event tertinggi.
Persiapan Matang dengan Pendekatan Sport Science
Sebagai bentuk persiapan, Pertacami telah menggelar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) secara intensif dan berkesinambungan. Pelatnas ini berlangsung di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta sejak awal 2025.
Program latihan menerapkan pendekatan sport science yang terukur dan terpadu. Ini mencakup pengembangan teknik, peningkatan kondisi fisik dan daya tahan, strategi bertanding, serta pembinaan mental atlet. Federasi juga membentuk tim dokter nutrisi untuk memastikan atlet berada pada kondisi puncak menjelang pertandingan, menjaga kebutuhan gizi, stamina, serta pencapaian berat badan ideal.
“Kami berharap besar dan percaya penuh bahwa para atlet siap berjuang serta lolos kualifikasi,” ujar Tommy.
Kepercayaan diri PB Pertacami semakin diperkuat oleh capaian gemilang pada SEA Games 2025 di Thailand. Saat itu, Indonesia mengirimkan enam atlet MMA dan seluruhnya berhasil meraih medali.
“Prestasi tersebut mencatatkan 100 persen tingkat keberhasilan, dengan perolehan 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu. Performa pada SEA Games 2025 lalu menjadi bukti kesiapan atlet MMA Indonesia. Enam atlet bertanding, enam medali kami raih. Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga validasi dari sistem pembinaan yang kami jalankan,” jelas Tommy.
Mengakhiri pernyataannya, Tommy menegaskan, “Kami percaya kerja keras atlet akan terbayar di arena pertandingan. Dukungan publik Indonesia akan menjadi bagian dari perjalanan penting MMA nasional ke level berikutnya.”






