Olahraga

Paolo Simoncelli: ‘Bagnaia Kurang Menghargai Marc Marquez Akibat Pengaruh Kuat Grup Valentino Rossi’

Paolo Simoncelli, bos besar SIC58 Squadra Corse Moto3, kembali melontarkan pandangan tajamnya terkait dinamika MotoGP. Dalam wawancara terbarunya dengan Corriere della Sera, Simoncelli secara blak-blakan mengkritik Francesco Bagnaia yang dinilainya kurang menghargai Marc Marquez, sebuah sikap yang menurutnya dipengaruhi oleh kelompok Valentino Rossi.

Selain menyoroti hubungan antar pembalap, Simoncelli juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pemilik baru MotoGP, Liberty Media dari Amerika Serikat. Ia khawatir fokus mereka pada aspek tontonan akan mengabaikan esensi balap motor itu sendiri. Simoncelli juga membagikan prediksinya untuk musim balap 2025.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Dominasi Marquez dan Musim Mengecewakan Bagnaia

Menurut Simoncelli, dominasi Marc Marquez saat mengendarai Ducati bukanlah hal yang mengejutkan. Namun, ia enggan berkomentar banyak mengenai musim 2024 Bagnaia yang dianggap mengecewakan, di mana pembalap Italia itu merosot ke posisi kelima dalam klasemen kejuaraan dengan hanya meraih dua kemenangan. Untuk musim 2026, Simoncelli hanya berharap Bagnaia dapat tampil lebih tenang dan fokus.

Simoncelli menilai bahwa Pecco Bagnaia belum siap menghadapi rekan setangguh Marquez. Sebagai bagian dari kelompok Valentino Rossi, Bagnaia cenderung meremehkan Marquez. Mureks mencatat bahwa Simoncelli secara konsisten menyuarakan pandangannya tanpa ragu, termasuk dalam analisisnya ini. Pada tahun 2024, meskipun memenangkan 11 balapan, Bagnaia kalah dalam Kejuaraan Dunia karena kesalahan strategis dalam mengurangi insiden crash. Kehadiran Marquez di lintasan, menurut Simoncelli, menjadi tantangan berat bagi Bagnaia.

Kagum pada Gaya Balap Marquez, Ingatkan Marco Simoncelli

Pria berusia 75 tahun ini juga tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap Marc Marquez. Gaya balap Marquez, kata Simoncelli, mengingatkannya pada putranya, Marco Simoncelli, yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Grand Prix Malaysia 2011.

“Saya tahu dia adalah yang terkuat. Saya selalu menyukainya, ia berlari dan berpikir seperti anak saya, ia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha. Jika Marco tidak meninggal, kami akan bersenang-senang. Anda tahu apa itu pertarungan olahraga…,” tutup Simoncelli, mengenang putranya dan memuji semangat juang Marquez.

Mureks