Tim non-liga Macclesfield sukses menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace di babak ketiga FA Cup. Pertandingan yang berlangsung di Moss Rose pada Sabtu, 10 Januari 2026, malam WIB, berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Macclesfield, menandai salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah turnamen.
Kemenangan dramatis Macclesfield atas klub Premier League tersebut dipastikan melalui gol-gol yang dicetak oleh Paul Dawson dan Isaac Buckley-Ricketts. Crystal Palace, yang berstatus juara bertahan, hanya mampu membalas satu gol lewat Yeremy Pino di menit-menit akhir pertandingan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Hasil ini bukan sekadar kejutan biasa. Catatan Mureks menunjukkan, selisih kasta liga antara kedua tim mencapai 117 posisi, sebuah angka yang memecahkan rekor sebelumnya di FA Cup yang tercatat pada 108 posisi. Ini menegaskan bahwa tim-tim dari liga yang lebih rendah memiliki potensi besar untuk menantang dan mengalahkan klub-klub raksasa.
Macclesfield membuka keunggulan menjelang turun minum. Paul Dawson berhasil menyundul bola masuk ke gawang Palace, memanfaatkan umpan matang dari sisi sayap. Gol ini memberikan momentum penting bagi tim tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Isaac Buckley-Ricketts menggandakan keunggulan Macclesfield, memastikan mereka tetap memimpin meskipun Crystal Palace terus melancarkan tekanan. Gol ini terbukti krusial dalam menjaga asa Macclesfield untuk melaju ke babak selanjutnya.
Crystal Palace baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui Yeremy Pino. Namun, gol tersebut datang terlalu terlambat dan tidak mampu mengubah hasil akhir pertandingan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, mengukuhkan langkah Macclesfield ke babak berikutnya.
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, tidak menutupi kekecewaannya dan mengakui keunggulan lawan. Ia menyampaikan selamat kepada Macclesfield atas kemenangan mereka.
“Kami mengucapkan selamat kepada Macclesfield atas kemenangan mereka. Hari ini kami sama sekali tidak menunjukkan kualitas, dan saya tidak melihat ada pemain yang mampu melewati lawan dalam dribel. Selain itu, kami kebobolan dari situasi bola mati dan timing sundulan yang buruk. Jika tidak bisa menciptakan peluang jelas, itu menunjukkan kurangnya kualitas yang telah kami tunjukkan hari ini. Kami memang pantas kalah,” ujar Glasner kepada BBC Sport.
Kekalahan ini membuat Crystal Palace harus tersingkir dari ajang FA Cup. Fokus mereka kini akan beralih ke Premier League, di mana mereka dijadwalkan menghadapi Sunderland pada 17 Januari 2026 pukul 22:00 WIB.






