Tren

Ole Gunnar Solskjaer Kembali ke Old Trafford: 5 Tantangan Krusial Menanti di Manchester United

dikabarkan tengah dalam pembicaraan serius untuk kembali menukangi sebagai manajer interim. Pria asal Norwegia ini diharapkan dapat menjadi penyelamat klub hingga akhir musim, menggantikan Ruben Amorim yang sebelumnya menjabat. Ini bukan kali pertama Solskjaer mengambil peran sementara di Old Trafford; ia pernah ditunjuk pada 2018 saat situasi tim memburuk di bawah Jose Mourinho.

Kembalinya Solskjaer terjadi di tengah periode sulit bagi Setan Merah. Musim ini, Manchester United baru saja mencatatkan performa terburuk dalam sejarah Premier League klub, dengan berbagai kerentanan yang harus segera diatasi. Pertanyaannya, bagaimana versi kedua Solskjaer di Old Trafford ini akan berjalan? Mirror Football memprediksi beberapa pertanyaan krusial yang kemungkinan harus dijawab Solskjaer sebelum kepulangannya resmi.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Formasi Apa yang Akan Digunakan?

Masalah taktis menjadi prioritas utama yang harus diputuskan Solskjaer. Saat pertama kali menjadi manajer interim, formasi favoritnya adalah 4-2-3-1, yang berhasil membawa United meraih 14 kemenangan dari 19 laga. Pendekatan ini akan sangat berbeda dari sistem 3-4-3 yang diterapkan Amorim secara konsisten. Meskipun demikian, para pemain kemungkinan besar akan lebih nyaman dengan perubahan tersebut.

Amorim sendiri sempat mencoba formasi empat bek bulan lalu dengan hasil positif. Caretaker Darren Fletcher juga menggunakan 4-2-3-1 saat imbang melawan Burnley. Solskjaer kemungkinan besar akan tergoda untuk mempertahankan formasi tersebut, yang juga akan menyenangkan manajemen klub mengingat konflik terbesar Amorim dengan direktur sepak bola Jason Wilcox terkait kekakuan taktisnya.

Bagaimana Memaksimalkan Benjamin Sesko?

Ekspektasi besar menyertai Benjamin Sesko setelah kepindahannya dari RB Leipzig senilai £74 juta. Namun, pemain Slovenia ini baru mencetak empat gol, dua di antaranya pada laga terakhirnya. Siapa pun yang memahami tekanan memimpin lini depan United, pasti Solskjaer. Nasihat dan bimbingan dari sang manajer bisa menjadi kunci untuk membuka potensi Sesko.

Jika itu tidak cukup, latihan intensif di Carrington bisa membantu Sesko menemukan cara efektif mencetak gol. Mengingat rekam jejak Solskjaer sebagai mantan striker ulung, kemampuannya dalam membimbing penyerang muda akan sangat diuji.

Apakah Nyaman dengan Peran Interim?

Sebelumnya, Solskjaer juga ditunjuk sebagai manajer interim dengan rencana merekrut nama besar setelah musim berakhir. Namun, ia tampil impresif hingga kemudian diangkat sebagai manajer permanen. Jika situasi serupa terjadi lagi, akan menarik melihat keputusan klub dan Solskjaer tentang kemungkinan perpanjangan masa jabatan.

Periode permanen kedua Solskjaer mungkin tidak memuaskan para penggemar. Tetapi jika ia bersedia memimpin sementara dan kemudian mundur saat waktu tepat, itu bisa menjadi kemitraan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Klub perlu mempertimbangkan opsi lain jika Solskjaer menginginkan peran permanen, terutama mengingat hubungan mereka sebelumnya.

Siapkah Bekerja Tanpa Pemain Baru?

Mengingat Solskjaer akan datang sebagai manajer sementara, kemungkinan besar pihak klub enggan mengeluarkan dana besar di bursa transfer. Hal ini menjadi sumber frustrasi besar bagi Amorim, yang merasa tidak diberi alat yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya. Solskjaer juga harus memaksimalkan pemain yang ada saat ini.

Meskipun lini serang Manchester United cukup kuat, catatan Mureks menunjukkan masih ada kekurangan signifikan di lini tengah dan pertahanan. Hal ini bisa membatasi performa United hingga akhir musim. Solskjaer harus memutuskan apakah ia bersedia bekerja tanpa dukungan transfer nyata dan mengandalkan skuad yang ada.

Bagaimana Menangani Masalah Budaya Klub?

Saat meninggalkan klub pada November 2021, Solskjaer mengungkapkan keluhannya terkait perilaku beberapa pemain. Ia menyebutkan bahwa beberapa pemain tidak sebagus persepsi mereka sendiri. Ia menambahkan, beberapa pemain menolak menjadi kapten, sementara yang lain enggan bermain atau berlatih untuk memaksa pindah.

Tentunya, telah terjadi perubahan di ruang ganti, tetapi budaya klub tetap dipertanyakan. Beberapa pemain dikaitkan dengan kepindahan, sementara yang lain tampak tidak puas dengan kehidupan di klub. Solskjaer harus memperbaiki situasi ini, baik dengan memindahkan beberapa pemain atau membangun kembali hubungan secara internal. Ini akan menjadi salah satu tugas terbesarnya sebelum kembali ke Old Trafford.

Mureks